REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Pasukan Tunisia berhasil membunuh seorang komandan senior kelompok militan dengan meledakkan sabuk bom yang dibawa korban. Orang itu kabarnya memiliki rencana teror selama bulan suci Ramadhan.
Militan itu juga disebut-sebut bersekutu dengan ISIS dan Alqaidah di Afrika Utara. Tewasnya millitan itu berawal saat pasukan khusus penjaga nasional menyerbu sebuah rumah pada Ahad (30/4). Rumah itu telah diawasi selama berpekan-pekan.
Juru bicara Garda Nasional, Kolonel Mayor Khelifa Chibani mengatakan, penyerbuan ini dilakukan untuk memastikan rencana serangan dapat dicegah. Seorang militan lain dilaporkan ikut tewas, sedangkan tiga lainnya ditangkap di Sidi Bouzid.
"Pasukan khusus Garda Nasional membunuh dua teroris, termasuk seorang komandan Okba Ibn Nafaa. Mereka berada di Pegunungan Sammama dan merencanakan serangan selama bulan Ramadhan," kata Chibani.
Meski begitu, ia tidak menjelaskan rincian rencana serangan itu. Namun, Tunisia memang lebih meningkatkan kewaspadaan sejak serangan di Pantai Sousse yang menewaskan lebih dari 30 orang asing.
Gerakan Okba Ibn Nafaa sebagian besar berbasis di Pegunungan Chaambi terpencil di sepanjang perbatasasn Aljazair, yang semakin buruk beberapa tahun terkahir. Di masa lalu, kelompok ini kerap menyerang pos-pos pemeriksaan.
Baca juga, Anggota ISIS Terkait Serangan Kelab Malam Istanbul Tewas.