Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Terduga Penyelundup Kokain Asal Australia Diminta Mengaku Bersalah

Kamis 04 Mei 2017 10:48 WIB

Red: Ani Nursalikah

Perempuan Adelaide, Cassandra Sainsbury disebut merasa ‘sangat trauma’ meski dalam kondisi sehat di penjara di Kolombia.

Perempuan Adelaide, Cassandra Sainsbury disebut merasa ‘sangat trauma’ meski dalam kondisi sehat di penjara di Kolombia.

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Menurut seorang pengacara yang berbasis di kolombia , kasus perempuan asal Adelaide, Australia yang menjadi klien barunya dan dituduh mencoba menyelundupkan kokain dari Kolombia bisa diputuskan dalam 90 hari jika sang klien mengakui adanya keterlibatan.

Cassandra Sainsbury (22 tahun) ditahan di penjara perempuan El Buen Pastor di Bogota setelah ia ditangkap pada 12 April di bandar udara internasional Bogota karena kedapatan membawa 18 paket kokain yang berbeda.

Pengacara bernama Orlando Herran mengatakan, kliennya itu menerima sejumlah paket yang telah dibungkus tersebut dari seorang pria yang mengklaim bahwa paket-paket itu adalah headphone dan memasukkan mereka ke dalam tas sang klien pada saat-saat terakhir.

"Ia membeli beberapa headphone, awalnya untuk dijual di Australia dan mendapatkan uang," jelas Orlando Herran.

Jika terbukti bersalah melakukan perdagangan narkoba, sang pengacara mengatakan bahwa Sainsbury bisa menghadapi hukuman penjara antara antara delapan-20 tahun, tergantung pada tingkat kesalahan dan tanggung jawabnya.

"Tapi jika kami bisa mendapat kesepakatan dengan jaksa, kami bisa menghindari tuduhan perdagangan narkoba dan malah mendapat tuduhan keterlibatan atau sesuatu di mana ia bersalah karena tak memeriksa barang bawaannya, dan kami bisa mendapat kesepakatan minimal empat tahun," terang Herran.

Ia mengatakan bahwa itu bisa berarti kasus tersebut akan diputuskan dalam 90 hari dan bisa menghasilkan kebebasan bersyarat, seperti pembebasan bersyarat, yang akan diselesaikan di Kolombia dan bahkan mungkin di Australia.

"Ia harus mengikuti pemeriksaan dan [mengikuti] aturan perilaku serta serangkaian kontrol. Jika kami berhasil, kami bisa meminta agar ia kembali ke Australia dan tetap mengikuti kondisi itu serta menyelesaikan hukumannya dengan pihak berwenang Australia," tutur Herran.

Ia mengatakan bahwa hal itu juga memungkinkan mereka untuk meminta status tahanan rumah. "Kami mengalami kesulitan dengan hal itu, karena Cassandra tidak tinggal di sini di Kolombia dan tidak memiliki rumah," sebut Herran.

"Jika begitu, kami harus mencari LSM [organisasi non-pemerintah] yang bisa mengambil tanggung jawab untuk merawat Cassandra,” imbuhnya.

Meski demikian, Badan Narkoba Kolombia, telah menolak klaim keluarga Sainsbury Cassandra Sainsbury tidak bersalah. Kolonel Jorge Mendoza dari departemen narkoba di Kepolisian Kolombia mengatakan metode itu adalah metode penyembunyian yang sederhana dan Cassandra Sainsbury pasti tahu ada narkotika di dalam tasnya.

Ia yakin penangkapan Sainsbury akan menyebabkan hukuman penjara dan tergantung pada kualitas narkoba tersebut, ia bisa menghadapi hukuman penjara 20 tahun.

Orlando Herran
Pengacara asal Kolombia, Orlando Herran, ditunjuk untuk mewakili Cassandra Sainsbury.

ABC

Ditahan bersama warga asing lain

Pengacara Herran mengatakan bahwa ia dihubungi oleh seorang teman keluarga Sainsbury yang sangat putus asa untuk mendapatkan kontak di Kolombia. Ia menyebut Sainsbury sangat trauma meski berada dalam kondisi sehat di penjara dan ditahan bersama dengan seorang warga asing dalam situasi yang sama terkait perdagangan nakoba.

"Secara psikologis, ia (Sainsbury) terdampak oleh hal ini. Ia sering menangis, hampir selalu, karena ia merasa tak bisa berbuat apa-apa dalam situasi ini," kata Herran.

"Tak ada cara sah untuk menyelesaikan masalahnya dalam satu, dua, atau tiga hari. Ini adalah keseluruhan proses yang harus diselesaikan dan ia (Cassandra Sainsbury) harus tetap dipenjara," sambungnya.

Ia menambahkan, setiap penjara di Kolombia meliputi kehadiran sebuah badan serupa ombudsman, yakni Defensoria del Pueblo. "Mereka memverifikasi tidak ada hak asasi manusia yang dilanggar, tapi di sini di Kolombia ada batasan dalam penjara seperti ruang, kenyamanan," sebut Herran.

"Ada disiplin dan batasan sehingga ketika seseorang masuk ke sana, mereka terpengaruh dan mereka merasa tunduk, jadi inilah yang ia (Sainsbury) katakan kepada saya," ujarnya.

Cassie Sainsbury
Perempuan Australia, Cassie Sainsbury, diborgol setelah ditahan di Bandara Internasional Bogota.

AP: Colombia's National Police


sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/diduga-selundupkan-kokain-perempuan-australia-di-kolombia-disa/8494866
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA