Selasa 09 May 2017 18:22 WIB

ISIS Klaim Penggal Kepala Perwira Intelijen Rusia

Rep: Puti Almas/ Red: Agus Yulianto
Jurnalis James Foley yang akan dieksekusi militan ISIS dalam video.
Foto: www.mirror.co.uk
Jurnalis James Foley yang akan dieksekusi militan ISIS dalam video.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis sebuah video yang menunjukkan pemenggalan seseorang, Selasa (9/5). Kelompok militan itu mengklaim, bahwa mereka telah mengeksekusi seorang perwira intelijen Rusia.

Dalam video itu, terlihat seorang pria dengan berpakaian hitam yang berlutut dan diikat di sebuah area padang pasir. Di dekatnya tampak pria berjenggot yang diyakini adalah anggota ISIS, tengah bersiap melakukan eksekusi.

Pria yang akan dieksekusi itu dalam bahasa Rusia juga mengatakan sesuatu. Ia meminta, agar agen intelijen negara lainnya untuk menyerah.

"Kalian jangan percaya pada janji negara yang mengatakan tidak akan meninggalkan kalian sekalipun ditangkap, seperti aku saat ini," ujar laki-laki itu.

Adegan pemenggalan kemudian dilakukan terhadapnya. Meski demikian, saat ini, keaslian rekaman video dan identitas pria tersebut belum dapat diverifikasi. Tidak diketahui juga kapan waktu eksekusi itu terjadi.

Kementerian pertahanan Rusia, hingga saat ini, juga belum memberikan komentar apapun. Selama ini, pasukan militer negara itu mendukung Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar Al Assad.

Bersama-sama pasukan militer kedua negara memerangi oposisi dan kelompok militan yang terlibat dalam konflik hampir enam tahun di Suriah. Dalam video itu, ISIS juga mengatakan, eksekusi dilakukan sebagai pembalasan atas serangan bom yang dilakukan Rusia di salah satu negara Timur Tengah itu.

sumber : Disarikan dari Pusat Dokumentasi Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement