Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Tahanan Ini Rela Kenakan Pakaian Wanita demi Kabur dari Penjara

Rabu 10 May 2017 18:08 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Winda Destiana Putri

Ilustrasi tahanan kabur

Ilustrasi tahanan kabur

Foto: BBC

REPUBLIKA.CO.ID, SAN PEDRO SULA - Meski berwajah seram, Francisco Herrera Argueta (55 tahun), tetap percaya diri mengenakan pakaian wanita, lengkap dengan kacamata hitam. Ia rela menyamar untuk dapat melarikan diri dari penjara San Pedro Sula, Honduras, pada Ahad (7/5) lalu.

Dilansir dari Daily Mail, pada Rabu (10/5), kepolisian San Pedro Sula mengatakan Argueta saat itu mengenakan baju ketat dengan bra, yang ditambah rok hitam panjang. Ia menggunakan rambut palsu berwarna pirang dan cat kuku berwarna merah muda terang.

Tahanan kasus pembunuhan tersebut telah merencanakan penyamaran setelah tamu perempuannya, Jacinta Elvira Araujo, datang berkunjung. Araujo telah meninggalkan kartu identitasnya di pintu masuk, sehingga Argueta bisa mengambilnya.

Nahas, Argueta berhasil dikenali petugas saat berusaha meninggalkan penjara bersama keluarga narapidana lainnya setelah jam kunjungan. Meski penampilannya sempurna, tampaknya ia lupa mengubah cara berjalannya dan lupa memperhalus suaranya yang berat.

Juru bicara kepolisian, Bayron Sauceda, mengatakan petugas telah memperhatikan cara jalannya yang lucu, karena dia berjalan dengan sepatu hak tinggi. Namun Argueta masih berhasil melewati beberapa lapisan keamanan penjara dalam perjalanannya menuju pintu keluar.

"Ketika seorang penjaga meminta dia menyebutkan nomor kartu identitasnya, dia berbicara dengan suara serak khas laki-laki," ujar Sauceda.

Penjaga tersebut meminta Argueta untuk melepaskan kacamata hitamnya, sehingga dia bisa memverifikasi foto identitas. Riasan wajahnya tentu tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa dia adalah seorang pria.

Argueta adalah seorang pemimpin geng yang dikenal dengan sebutan Don Chico. Ia telah berada di penjara sejak September 2015 dengan tuduhan melakukan pembunuhan dan penyelundupan senjata api.

Pejabat penjara mengatakan Argueta akan dikenakan hukuman tambahan karena upayanya untuk melarikan diri. Ia dapat dipindahkan ke penjara El Pozo di Santa Barbara, yang dikenal sebagai penjara yang paling menyeramkan di Honduras.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA