Senin 22 May 2017 15:22 WIB

Korea Utara Konfirmasi Kesuksesan Uji Coba Rudal Balistik Terbaru

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Dwi Murdaningsih
Foto rilis dari pemerintah Korea Utara menggambarkan Kim Jong Un meninjau percobaan rudal balistik jarak jauh  Hwasong-12 (Mars-12) diluncurkan militer Korea UtaraKC
Foto: KCNA/Reuters
Foto rilis dari pemerintah Korea Utara menggambarkan Kim Jong Un meninjau percobaan rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 (Mars-12) diluncurkan militer Korea UtaraKC

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara mengkonfirmasi kesuksesan mereka dalam uji coba terbaru rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2 pada Ahad (21/5). Kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah Korea Utara mengatakan, senjata tersebut sekarang siap digunakan untuk melakukan aksi militer.

Gedung Putih menyatakan, rudal itu memiliki jarak yang lebih pendek daripada yang digunakan dalam tiga uji coba terakhir yang dilakukan Korea Utara. Sepekan lalu, Korea Utara mengumumkan jenis rudal terbaru mereka yang diduga mampu membawa hulu ledak nuklir.

Pada Senin (15/5), Dewan Keamanan PBB telah kembali menuntut agar Pyongyang tidak melakukan uji coba rudal lebih lanjut. Dewan Keamanan PBB meminta agar Korea Utara segera menunjukkan komitmen tulus untuk melakukan denuklirisasi melalui tindakan nyata.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi langsung peluncuran rudal Pukguksong-2. KCNA menambahkan, Kim telah menyetujui penggunaan sistem senjata ini dalam aksi militer negaranya.

Kementrian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, peluncuran rudal tersebut sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab. Sementara Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menggambarkannya sebagai aksi yang mengecewakan dan sangat mengganggu.

Dilansir dari The Independent, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menuturkan, dalam uji coba terbaru ini Pukguksong-2 terbang sejauh 560 km menuju Laut Jepang. Rudal itu dilaporkan mampu menempuh perjalanan sejauh 700 km.

Kantor berita Jepang melaporkan, rudal tersebut mungkin jatuh ke laut di luar perairan Jepang. Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan negaranya telah melayangkan protes ke Korea Utara.

Korea Utara diketahui sedang mengembangkan senjata nuklir dan telah melakukan lima uji coba nuklir. Negara tersebut juga telah berulang kali melakukan uji coba rudal yang melanggar sanksi PBB.

KCNA melaporkan, Korea Utara akan terus meluncurkan lebih banyak senjata yang mampu menyerang AS. Sementara pada awal Mei, AS mengumumkan pemasangan sistem pertahanan antirudal THAAD mereka di Korea Selatan, yang siap dioperasikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement