Jumat 16 Jun 2017 14:53 WIB

Mike Pence Tunjuk Pengacara Soal Intervensi Rusia di AS

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah
Wapres AS Mike Pence
Foto: AP
Wapres AS Mike Pence

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menunjuk seorang pengacara yang akan mendampinginya menjadi saksi untuk kasus dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Pengacara yang direkrut olehnya dikonfirmasi sebagai Richard Cullen, ketua dari kantir McGuireWoods LLP.

Nantinya, Cullen mengawasi dan membantu Pence dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan terkait kasus dugaan campur tangan Rusia tersebut.

Sebelumnya, Pence disebut akan dipanggil untuk memberi keterangan tentang hal itu oleh mantan direktur FBI Robert Mueller, yang ditetapkan menjadi penasihat khusus untuk mengawasi penyelidikan kasus itu.

"Pence saat ini sedang fokus dengan tugas-tugasnya sebagai seorang wakil presiden. Karena itu, ia menunjuk pengacara untuk secepatnya membantu menyelesaikan penyelidikan kasus itu," ujar juru bicara Pence, Jarrod Agen dalam sebuah pernyataan, dilansir The Guardian, Jumat (16/6).

Cullen dipertimbangkan di antara beberapa kandidat lainnya untuk menjadi pengacara dari Pence. Keputusan penunjukkan mantan jaksa agung Virginia itu dilakukan secara resmi pada Kamis (16/6).

Selain pernah menjadi jaksa agung di Virginia, ia juga pernah menjabat sebagai penasihat khusus senator Virginia, Paul Trible. Saat itu, ia mewakili Trible dalam penyelidikan Iran-Contra. Ia juga menjadi anggota tim legal untuk mantan presiden George W Bush, selama penghitungan ulang pemilu AS pada 2000.

Keputusan Pence merekrut seorang pengacara muncul beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump melakukan langkah serupa. Ia menetapkan Marc Kasowitz untuk membantu dirinya menjawab pertanyaan dalam kasus campur tangan Rusia.

Badan intelijen AS hingga saat ini nampaknya meyakini bahwa Rusia mencoba mencampuri pemilu AS 2016 untuk mendukung Trump. Termasuk dalam dugaan peretasan yang dilakukan selama proses pemungutan suara berlangsung.

Kasus ini kemudian semakin mencuat setelah James Comey dipecat sebagai direktur FBI oleh Trump. Dalam surat pemecatan terhadapnya pada 9 Mei lalu, Trump menyebut diperlukan kembali kepercayaan publik terhadap FBI. Comey dianggap mencederai jalannya pemilu AS tahun lalu dengan membuka penyelidikan skandal surat elektronik Hillary Clinton.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement