Kamis 13 Jul 2017 17:29 WIB

Kamp Isolasi Irak untuk Keluarga ISIS Mulai Makan Korban

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Teguh Firmansyah
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi (tengah) memegang bendera nasional saat tiba di Mosul, Irak, Ahad, 9 Juli 2017.
Foto: Iraqi Federal Police Press Office via AP
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi (tengah) memegang bendera nasional saat tiba di Mosul, Irak, Ahad, 9 Juli 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, ERBIL -- Human Rights Watch (HRW) menuduh pasukan keamanan Irak memindahkan secara paksa setidaknya 170 keluarga anggota ISIS sebuah ke kamp rehabilitasi tertutup sebagai bentuk hukuman kolektif.

HRW mengatakan, pihaknya mengunjungi kamp Bartalla dan mewawancarai 14 keluarga, masing-masing memiliki hingga 18 anggota.

"Penduduk mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak telah membawa keluarga-keluarga tersebut ke kamp.  Polisi menahan mereka karena tuduhan bahwa mereka memiliki keluarga yang terkait dengan ISIS," kata HRW, Kamis, (13/7).

Petugas medis di kamp tersebut mengatakan, setidaknya 10 wanita dan anak-anak telah meninggal dalam perjalanan ke atau di kamp. "Sebagian besar meninggal karena dehidrasi."

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement