REPUBLIKA.CO.ID, MAIDUGURI - Seorang pembom bunuh diri menewaskan 14 orang di Nigeria. Badan darurat negara mengatakan, kejadian itu terjadi Jumat (28/7) dalam sebuah serangan yang dilancarkan Boko Haram, beberapa hari setelah adanya sebuah pergantian taktik militer oleh kelompok itu.
Jubir Badan Manajemen Darurat Negara Nigeria, Bello Dambatta mengatakan, seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledak di Dikwa pada Jumat malam. Setelah memasuki sebuah bangunan orang perumahan yang sebelumnya melarikan diri dari pemberontakan dan sejak kembali.
"Kami sejauh ini telah mengevakuasi 38 korban yang terdiri dari 14 korban tewas dan 24 lainnya cedera," kata Bello Dambatta. Dikwa terletak sekitar 90 kilometer sebelah timur Maiduguri, ibukota negara bagian Borno.
Serangan tersebut membuat jumlah orang yang terbunuh oleh gerilyawan di Nigeria timur laut sejak 1 Juni meningkat, menjadi 113 orang. Setelah penculikan pekerja minyak, Pejabat Presiden Yemi Osinbajo pada Kamis (27/7) mengirim panglima militer ke timur laut untuk membantu mengendalikan situasi tersebut.
Langkah Bom bunuh diri itu disebut sebagai perubahan taktik milisi Boko Haram. Pasalnya, pemerintah dan militer telah berulang kali mengatakan bahwa Boko Haram - yang juga melakukan serangan lintas batas di negara tetangga Kamerun dan Niger - hampir dikalahkan.
Presiden Muhammadu Buhari pada bulan Desember mengatakan, bahwa benteng Boko Haram di hutan Sambisa yang luas di timur laut telah tertangkap. Diketahui, Boko Haram adalah sosok pemberontak yang berusaha menciptakan sebuah negara Islam di timur laut Nigeria. Upayanya telah meningkatkan frekuensi serangan dalam beberapa bulan terakhir. Pemberontakan tersebut telah menewaskan 20.000 orang dan memaksa 2,7 juta untuk melarikan diri dari rumah mereka dalam delapan tahun terakhir.