Selasa 08 Aug 2017 09:21 WIB

400 Orang Ditangkap dalam Operasi Antiteror di Malaysia

Rep: Puti Almas/ Red: Esthi Maharani
Pelatihan penanggulangan terorisme / Ilustrasi
Foto: Pandega/Republika
Pelatihan penanggulangan terorisme / Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia telah menahan lebih dari 400 orang dalam operasi kontra terorisme di negara itu. Mereka yang saat ini ditahan diduga terlibat dalam serangkaian serangan, salah satunya di Ibu Kota Kuala Lumpur Menurut keterangan, diantara orang yang ditangkap merupakan warga negara asing. Seperti Bangladesh, India, dan Pakistan.

Dalam operasi anti-teror yang dilakukan pihak berwenang pada Senin (7/8), sejumlah benda yang membantu para pelaku kejahatan juga disita. Barang-barang itu salah satunya adalah mesin untuk membuat paspor palsu dan mencetak dokumen imigrasi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa target dalam operasi anti-teror kali ini adalah orang-orang dengan dokumen perjalanan yang tidak lengkap atau bahkan palsu. Kemudian, mereka yang telah diselidiki dan diduga kuat berafiliasi dengan kelompok militan di Suriah dan Irak.

"Kami akan mendeteksi dan mengambil tindakan terhadap warga asing yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok militan, khususnya yang mungkin terlibat langsung di Suriah maupun Irak," ujar pejabat kontr-teror Kepolisian Malaysia, Ayob Khaan Mydin Pitchay, dilansir BBC, Selasa (8/8).

Dalam operasi kontra-terorisme yang dilakukan pihak berwenang Malaysia kali ini, petugas juga dilengkapi perangkat pendeteksi bahan radioaktif. Sepanjang pemeriksaan hingga penggerebekan yang dilakukan, tidak ditemukan benda dengan unsur berbahaya tersebut.

Keamanan Malaysia diperketat menyusul akan diadakannya ajang olahraga Asean Games. Pekan olahraga ini dimulai pada 19 Agustus hingga 30 Agustus mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement