Senin 14 Aug 2017 04:45 WIB

Gedung Putih AS: Trump Kecam Kekerasan di Virginia

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan
 Donald Trump
Foto: AP/Andrew Harnik
Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih Amerikat Serikat dalam sebuah pernyataannya mengatakan Presiden AS Donald Trump sangat mengecam segala bentuk kekerasan, kefanatikan, dan kebencian termasuk supremasi kulit putih, neo-Nazi, dan seluruh kelompok ekstremis. Ini disampaikan menyusul adanya kekerasan dalam demonstrasi yang terjadi di Charlottesville, Virginia.

Sebelumnya banyak kalangan, salah satunya mantan direktur komunikasi Gedung Putih Anthony Scaramucci, yang menyatakan bahwa Trump seharusnya lebih keras saat merespons kekerasan tersebut.

"Presiden mengatakan dengan sangat kuat dalam pernyataannya kemarin bahwa dia mengecam segala bentuk kekerasam termasuk supremasi kulit putih, dan semua kelompok ekstremis. Dia meminta adanya persatuan nasional dan semua orang Amerika tetap bersama," kata seorang juru bicara dari Gedung Putih seperti dikutip dari Sky, Ahad (14/8).

Trump dihujani banyak kritik setelah terjadi kekerasan yang menewaskan beberapa orang dalam sebuah demonstrasi. Trump dinilai tidak secara terang mengecam kelompok ekstremis kulit putih itu.

Demonstrasi yang berujung kekerasan itu, awalnya untuk mengutuk kebijakan kota Charlottesville, Virginia, yang memindahkan patun Jenderal Robert E Lee, seorang komandan Konfederasi selama Perang Saudara. Lantas disambut oleh para pemrotes dan kejadian dengan cepat berubah memburuk, dengan perkelahian massal terjadi antara mereka. Kekerasan tersebut membuat satu orang tewas dan puluhan lainnya cedera.

Sementara itu, Walikota Charlottesville, Mike Signer menyalahkan Trump karena telah memunculkan prasangka rasial. Di sisi lain, Senator Partai Republik Colorado Cory Gardner juga menyampaikan, bahwa Trump seolah menyulut kejahatan melalui namanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement