Selasa 15 Aug 2017 16:41 WIB

Setengah Juta Orang di Yaman Terjangkit Kolera

Penderita penyakit kolera (ilustrasi)
Foto: EPA/Orlando Barria
Penderita penyakit kolera (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Lebih dari setengah juta orang di Yaman terjangkit kolera sejak penyakit tersebut mewabah empat bulan. Sebanyak 1.975 orang meninggal dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setiap hari terdapat lebih dari 5.000 penularan baru penyakit itu di negara itu.

"Jumlah penularan wabah kolera di Yaman pada tahun ini mencapai setengah juta, tercatat pada Ahad, dan hampir 2.000 orang meninggal sejak wabah mulai menyebar dengan cepat pada akhir April," kata WHO.

Penyebaran wabah kolera telah melambat dibandingkan tingkat puncak penyebarannya. Penyebaran di daerah-daerah penyebaran baru itu mencatat sejumlah besar kasus. Total, ada 503.484 kasus kolera. Wabah kolera menyebar melalui makanan atau air yang tercemar dengan kotoran manusia. Penyakit ini dapat membunuh dalam hitungan jam jika tidak mendapat pengobatan.

Namun, perang saudara Yaman, yang melibatkan sekutu militer gabungan pimpinan Saudi melawan kelompok bersenjata Houthi dukungan Iran, dan hancurnya perekonomian negara, telah membuat penyebaran wabah itu menjadi sangat sulit untuk ditangani.

Jutaan warga Yaman masih belum menjangkau air bersih dan kegiatan pengumpulan sampah telah terhenti di sejumlah kota besar. WHO menyebut sebanyak 30 ribu pekerja kesehatan Yaman belum dibayar upahnya hampir setahun. Persediaan obat-obatan juga sudah menipis.

"Dokter dan perawat adalah tulang punggung pelayanan kesehatan. Tanpa mereka, kita tidak dapat melakukan apapun di Yaman. Upah mereka harus dibayar sehingga mereka dapat terus menyelamatkan nyawa," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Lebih dari 99 persen pasien, yang mendapatkan bantuan kesehatan, dapat bertahan hidup namun anak-anak dan orang tua adalah yang paling rentan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement