Selasa 05 Sep 2017 16:03 WIB

Putin: Sanksi untuk Korut tak Efektif

Rep: Puti Almas/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden Rusia Vladimir Putin
Foto: Alexei Nikolsky/Tass
Presiden Rusia Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sanksi yang lebih keras untuk Korea Utara (Korut) tidak akan berguna maupun efektif untuk menghentikan program nuklir negara itu. Ia berpendapat sebaliknya hal itu justru dapat membuat penderitaan lebih besar bagi banyak orang, khususnya warga sipil.

Ia juga memperingatkan bahwa tindakan militer apapun yang dilakukan untuk Korut hanya akan menimbulkan malapetaka secara global. Pernyataan dari Putin datang menyusul peringatan Amerika Serikat (AS) kepada negara terisolasi itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Senin (4/9).

"Penerapan sanksi yang inkremental terhadap Korut tidak akan berhasil bagaimanapun karena itu sepenuhnya tidak berguna dan efektif," ujar Putin dalam sebuah wawancara usai pertemuan puncak BRIC di Cina, dilansir Sky News, Selasa (5/9).

Sebelumnya AS melalui Duta Besar untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa Korut telah memohon agar perang dimulai. . Ia menilai tindakan yang dilakukan negara itu dalam beberapa waktu terakhir semakin memicu langkah yang lebih keras diperlukan.

Tindakan Korut yang kembali memicu kemarahan internasional adalah uji coba bom hidrogen yang dilakukan pada Ahad (3/9) lalu. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu mengklaim melakukan tes terbaru dari alat peledak tersebut yang dirancang untuk ditempatkan dalam Peluru Kendali Balistik Antar Benua (ICBM).

Ini disebut sebagai keberhasilan dari tujuan negara itu sejak lama untuk menempatkan hulu ledak nuklir sebagai alat persenjataan mereka. Negara terisoalsi itu menuturkan bahwa tes bom hidrogen tersebut menjadi yang keenam kalinya dilakukan sejak 2006.

Korut dapat mengklaim kesuksesan besar, karena kali ini persenjataan nuklir mereka berkembang dan memiliki kemampuan dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Haley juga mendesak seluruh negara anggota menjatuhkan sanksi paling kuat untuk mencegah program nuklir Korut. Ia juga hendak mengedarkan resolusi terbaru untuk memenuhi langkah itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan tindakan militer dapat segera dipersiapkan untuk menghadapi ancaman Korut. Ia juga melakukan percakapan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengenai langkah mengerahkan alat pertahanan berupa kapal induk dan peledak strategis di Semenanjung Korea.

Trump juga mengatakan bahwa AS tengah mempertimbangkan untuk menghentikan semua kerjasama bisnis dan perdagangan yang dilakukan dengan negara-negara yang terkait dengan Korut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement