Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Malaysia Tangkap Tujuh Terduga Abu Sayyaf

Kamis 21 Sep 2017 13:25 WIB

Rep: KAMRAN DIKARMA/ Red: Winda Destiana Putri

Militan Abu Sayyaf di Filipina.

Militan Abu Sayyaf di Filipina.

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID,  KUALA LUMPUR -- Otoritas keamanan Malaysia, pada Kamis (21/9), telah menangkap tujuh orang yang diyakini anggota kelompok abu sayyaf . Salah satu dari mereka telah dipastikan merupakan milisi Abu Sayyaf.

Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Fauzi Harun mengungkapkan ketujuh orang yang ditangkap tersebut bekerja sebagai penjaga keamanan di sebuah perusahaan swasta di Kuala Lumpur dan negara bagian Selangor. "Mereka tiba di Malaysia pada September 2015 melalui kota Sandakan, Sabah Kalimantan, di lepas pantai Filipina, sebelum pergi ke Kuala Lumpur untuk mendapatkan dokumen palsu," kata Harun menerangkan.

Satu di antara tujuh orang yang ditahan telah dipastikan merupakan anggota Abu Sayyaf. "Seorang tersangka berusia 22 tahun adalah anggota kelompok Abu Sayyaf yang terlibat dalam bentrokan dengan militer dan penculikan sandera di Filipina Selatan," ujar Harun.

Saat ini ketujuh orang tersebut masih ditahan dan diinterogasi guna mendapatkan keterangan lanjutan perihal jaringan Abu Sayyaf. Tahun ini Malaysia diketahui telah cukup banyak menangkap warga negara asing yang diyakini terlibat dalam kegiatan atau aktivitas terorisme. "Malaysia telah menahan 41 orang asing tahun ini yang tergolong sebagai pejuang teroris asing," ungkap Harun.

Abu Sayyaf adalah milisi yang telah menyatakan janji setia kepada isis . Mereka dikenal karena beberapa aksi kriminal, antara lain penculikan awak kapal laut, pemerasan, termasuk pemboman dan pembunuhan.

Sebuah faksi ekstremis Abu Sayyaf, yakni Maute, telah membantu merebut sebagian besar kota Marawi di Filipina Selatan pada Mei lalu. Kontak senjata dan baku tembak dengan militer Filipina selama beberapa bulan terakhir, telah mengakibatkan 670 milisi dan 149 tentara tewas, dilansir Reuters.

sumber : Center
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA