Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Berpindah Karier pada Saat Usia Paruh Baya

Kamis 21 Sep 2017 14:59 WIB

Rep: Amanda Hoh/ Red: Budi Raharjo

Jock Brown

Jock Brown

Foto: ABc News

REPUBLIKA.CO.ID,Semakin banyak warga di Australia ketika berada di usia paruh baya, harus kehilangan pekerjaan utama, dan mencari pekerjaan baru yang tidak sesuai dengan keahlian mereka sebelumnya.

Setelah bertahun-tahun bekerja di industri Teknologi informasi (IT), diikuti oleh usaha yang gagal dalam menjalankan bisnis katering kecil-kecilan selama krisis keuangan global, Jock Brown mendapati dirinya menjadi pengangguran di usia 50-an.

Dia menghabiskan waktu selama lima tahun dalam status "pengangguran pekerja lepas " sebelum memutuskan benar-benar melakukan perubahan karier pada usia 57 tahun. Dia melatih kembali dirinya sebagai karyawan toko bunga.

"Saya pikir saya akan melatih kembali diri saya untuk melakukan sesuatu dengan tangan saya dan sesuatu yang kreatif dan saya tidak ingin kembali ke peran menjadi karyawan di kantor sebuah perusahaan," kata Brown. "Itu semua soal melakukan lompatan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar Anda nikmati.

"Saya menikmati bermain dengan bunga untuk acara sekolah, telah melakukan beberapa pemakaman untuk keluarga dan pernikahan, dan saya pikir saya harus melakukan sesuatu yang serius mengenai hal ini."

Brown telah bekerja di toko bunga di Royal Prince Alfred Hospital sejak Januari lalu. Sementara dia hanya salah satu dari beberapa siswa berusia dewasa di kelasnya di program  TAFE, dia mengaku "menyenangkan" bisa kembali ke sekolah.

Diatas 45 sulit dapat pekerjaan

Konselor karier di salah satu program TAFE di New South Wales, Rene Poulos mengatakan dalam lima tahun terakhir ini, dia telah melihat peningkatan jumlah orang berusia di atas 45 tahun yang berada di persimpangan jalan dan mencari perubahan karier.

Jock Brown mengatakan dia mengambil peluang untuk kembali pada kecintaannya terhadap bunga. ABC Radio Sydney: Amanda Hoh

 

Tips untuk mengubah karier

Lihatlah keterampilan atau kualitas apa yang dapat Anda tawarkan untuk karier baru.
Tingkatkan kemampuan komputer Anda.
Pertimbangkan pendidikan lanjutan.
Kunjungi konselor karir untuk mendapatkan dukungan ekstra.
Tetapkan kerangka waktu yang realistis untuk menyegarkan kemampuan anda.

"Orang-orang akan bekerja lebih lama, banyak pekerjaan telah hilang, teknologi telah menggantikan banyak sumber daya manusia sehingga orang-orang menemukan diri mereka berada dalam ruang transisi yang tidak mereka duga," kata Rene Poulos.

"Penting untuk diketahui bahwa pada hari ini memiliki empat atau lima karier adalah hal yang normal, kondisi itu diharapkan oleh orang-orang. "Usia dulu menjadi kendala, tapi orang sekarang diharapkan untuk bekerja sampai usia 70 tahun. Jadi jika Anda berusia 50 tahun, anda  masih harus bekerja 20 tahun lagi."

Itulah posisi di mana Jock Brown menemukan dirinya setahun lalu. "Saya tidak bisa benar-benar membayangkan menjadi seorang pensiunan jadi itu membuat lebih mudah, karena saya belum melihat diri saya dalam posisi itu," katanya.

"Itu semua soal apa yang akan saya lakukan selanjutnya dan bagaimana saya akan menghabiskan dekade berikutnya."

Rene Poulos mengatakan salah satu bagian terberat dalam transisi ke sebuah karir yang baru adalah aspek emosional, terutama jika orang tersebut terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka karena sebuah perusahaan melakukan pengurangan karyawan atau memilih menggunakan keterampilan karyawan alih daya.

Hal ini sangat sulit jika pekerjaan itu atau bekerja telah menjadi bagian dari identitas dan "sisi pribadi" Anda. "Itu sangat melemahkan," kata Rene Poulos.

"Mereka perlu fokus pada kekuatan mereka, mempelajari keterampilan baru, menetapkan beberapa tujuan baru, memikirkan apa yang dapat mereka tawarkan kepada dunia sekarang."

Pekerja senior dan loyalitas

Pada hari Senin (18/9), ABC Radio Sydney mendengar penuturan warga bernama Michelle yang berusia 43 tahun dari Penrith, Sydney, yang mengatakan bahwa dia sering tidak diperhitungkan untuk pekerjaan ritel kasual karena majikan menyukai pekerja yang lebih muda.

Tapi Rene Poulos memiliki beberapa saran untuk atasan yang mungkin berhati-hati dalam menawarkan posisi pada pekerja yang lebih senior. Menurut Rene Poulos, pekerja yang lebih tua datang dengan sejumlah kelebihan.

"Di industri retail, tidak semua pelanggan muda, jadi Anda harus memiliki tenaga kerja yang sangat beragam," kata Rene Poulos.

"Generasi yang lebih muda menawarkan hal yang berbeda kepada atasan, mereka mungkin lebih paham teknologi, tapi mereka mungkin tidak memiliki rasa kesetiaan kepada atasan, mungkin tidak berkomitmen terhadap kerja tim dan lebih fokus pada diri sendiri.

"Itulah mengapa kita berkonsentrasi pada kekuatan orang tua - seperti kedewasaan.

"Banyak praktik medis menyukai mempekerjakan orang yang berusia di meja depan, karena mereka memiliki kedewasaan tentang kerahasiaan pasien ... itulah salah satu contoh di mana orang tua mungkin memiliki kelebihan dibanding orang yang lebih muda."

Minggu ini ABC Radio Sydney program ‘Working Sydney’  sedang menyelidiki: bagaimana kita bekerja sekarang dan bagaimana kita akan bekerja di masa depan.

Diterjemahkan pada 21/9/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/bisnis-investasi/pindah-karir-bagi-pekerja-yang-sudah-tua/8965952
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA