Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Para Pemimpin Iran Kecam Pernyataan Trump

Jumat 22 Sep 2017 09:54 WIB

Red: Esthi Maharani

Sidang umum PBB (Ilustrasi)

Sidang umum PBB (Ilustrasi)

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Para pemimpin Iran pada Kamis (21/9) bereaksi dengan keras terhadap pernyataan anti-Iran yang baru-baru diucapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Mereka mengatakan kata-kata permusuhan tak akan mengintimidasi Teheran. Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mencela pidato bodoh Trump di Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa (19/9), yang menuduh Teheran merusak kestabilan Timur Tengah dan mendukung teror.

"Pidato bodoh, sangat jelek dan mengerikan oleh Presiden AS, dengan bahasa cowboy dan gangsternya penuh dengan kebohongan nyata dan berpangkal dari kekecewaan serta kemarahan mereka," kata Khamenei dalam pertemuan dengan anggota Majelis Ahli Iran.

Trump juga menyebut kesepakatan nuklir Iran, yang dicapai selama pemerintahan mantan presiden Barack Obama pada 2015, sebagai hal yang memalukan bagi Amerika Serikat. Trump juga menyatakan mungkin tak akan mensahkan kembali kesepakatan tersebut saat tenggatnya tiba pada pertengahan Oktober.

"Pidato bermusuhan Trump terhadap Iran di PBB tidak membawa kebanggaan apa pun buat Amerika Serikat, kata Khamenei sebagaimana diberitakan Xinhua Elit Amerika mesti malu memiliki presiden semacam itu," tambah Khamenei.

Ia juga mengatakan kemarahan Washington juga berpangkal dari kegagalannya untuk memajukan agendanya di Asia Barat, tempat Iran telah memainkan peran yang berhasil, bermartabat dan berpengaruh.

Sehari sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani menepis pidato Trump dan mencapnya bodoh dan dengki. "Pidato Trump terhadap Iran bodoh dan dengki, penuh dengan informasi palsu dan tuduhan tanpa dasar," kata Rouhani, saat berpidato dalam Sidang Ke-72 Sidang Majelis Umum PBB pada Rabu.

Rouhani juga kembali menegaskan dukungan Iran bagi kesepakatan nuklir, yang secara resmi dikenal dengan nama Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA). Kesepakatan itu adalah hasil dari dua tahun perundingan banyak pihak secara intensif, dan dipuji banyak pihak dari masyarakat internasional serta disahkan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai bagian dari Resolusi 2231.

"JCPOA bukan milik satu atau dua negara. Itu adalah dokumen DK PBB, yang menjadi milik seluruh masyarakat internasional," kata Rouhani. Ia menambahkan Iran akan menanggapi setiap pelanggaran atas JCPOA.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA