Sabtu 30 Sep 2017 07:10 WIB

Fasilitas Penitipan Anak Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Tempat Penitipan Anak (ilustrrasi)
Foto: Antara Foto
Tempat Penitipan Anak (ilustrrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang menyediakan fasilitas penitipan anak untuk karyawannya melihat adanya dampak positif, salah satunya meningkatkan produktivitas pekerja, berdasarkan laporan International Finance Corporation (IFC).

Laporan itu diinisiasi setelah melihat peningkatan kesadaran di kalangan pembuat kebijakan terkait dampak positif dari penyediaan fasilitas penitipan anak. "Fasilitas penitipan anak adalah bagian dari solusi, banyak perusahaan ingin mendukung kebutuhan penitipan anak, tetapi kekurangan informasi tentang apa yang dapat dilakukan dan apa manfaatnya untuk perusahaan," ujar kata Wakil Presiden bidang Keuangan dan Kerja Sama IFC Nena Stoiljkovic dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (30/9).

Laporan itu mengacu pada studi kasus di 10 perusahaan di seluruh dunia yang menawarkan berbagai pilihan penitipan anak, mulai dari perawatan anak di tempat hingga subsidi bagi karyawan. Studi kasus itu menunjukkan perusahaan yang menawarkan jasa penitipan anak dapat menekan angka penurunan jumlah karyawan, meningkatkan kualitas pelamar dan mampu merekrut pegawai baru dengan cepat, meningkatkan produktivitas melalui berkurangnya absensi dan pegawai lebih fokus dalam bekerja.

Sementara itu, sebelas dari lima puluh penelitian ekonomi yang dilakukan menunjukkan perusahaan secara hukum diwajibkan mendukung atau menyediakan fasilitas penitipan anak. Pemerintah yang telah memberlakukan undang-undang yang mewajibkan adanya fasilitas penitipan anak adalah Brasil, Cile, Ekuador, India, Irak, Jepang, Yordania, Belanda, Turki, Ukraina dan Vietnam.

Penitipan anak yang lebih baik dan terjangkau semakin dipandang sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disebabkan pasangan suami istri yang keduanya bekerja cenderung ingin meningkatkan pendapatan rumah tangganya sehingga berdampak lebih besar pada pertumbuhan perusahaan dan ekonomi.

"Tanpa partisipasi penuh dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, tidak ada negara, masyarakat atau ekonomi yang dapat mencapai potensinya atau menghadapi tantangan abad ke-21," kata Stoiljkovic.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement