Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sulit Ungkap Motif Serangan Las Vegas, FBI Minta Bantuan

Ahad 08 Okt 2017 04:41 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Israr Itah

 Polisi dan petugas paramedis berada di lokasi penembakan di Las Vegas, Senin (2/10).

Polisi dan petugas paramedis berada di lokasi penembakan di Las Vegas, Senin (2/10).

Foto: AP/John Locher

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Agen polisi dan agen fbi , yang mendapati lebih dari 1.000 petunjuk yang buntu sejak seorang pria bersenjata membunuh 58 orang di Las Vegas. Polisi mencari lebih banyak bantuan dari masyarakat dalam menyelesaikan misteri utama penyelidikan, khususnya motif penembak itu.

Kepala Polisi Clark County Kevin McMahill mengatakan bahwa penyidik belum mengetahui tentang apa yang mendorong pensiunan investor real estat dan penjudi seperti stephen paddock melakukan penyerangan itu.

"Kami telah melihat semuanya secara harafiah untuk memasukkan kehidupan pribadi tersangka, afiliasi politik, perilaku sosial, situasi ekonomi, potensi radikalisasi," tutur McMahill seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/10).

"Kami telah turun masing-masing dalam setiap hal, mencoba untuk menentukan mengapa, untuk menentukan siapa lagi yang mungkin mengetahui rencana ini." 

McMahill mengakui ISIS telah berulang kali mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun penyidik menyatakan tidak ada hubungan antara kelompok militan yang berbasis di Timur Tengah itu dengan Paddock.

FBI dan polisi pun telah meminta agar perusahaan komunikasi Clear Channel menuliskan pesan di billboard di sekitar Las Vegas yang meminta warga untuk membantu dengan informasi apa pun yang mereka ketahui. Sehingga dapat membantu penyidik.

"Jika Anda tahu sesuatu, katakan sesuatu, dan hubungi nomor telepon bebas pulsa ke hotline FBI," kata Aaron Rouse, agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor FBI Las Vegas.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA