Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Trump: Kedubes tak Pindah ke Yerusalem Sampai Ada Perdamaian

Ahad 08 Oct 2017 18:29 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: AP Photo/Evan Vucci

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menahan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi sebelum kesepakatan perdamaian tercapai dalam konflik Israel-Palestina.

Ini adalah pertama kalinya Trump menyatakan sebuah alasan mengapa sejauh ini dia tidak memenuhi janjinya untuk memindahkan kedutaan. Pernyataannya ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan mantan Gubernur Arkansas, Mike Huckabee, dalam acara "Huckabee" yang disiarkan TBN, pada Sabtu (7/10).

Trump menegaskan, bagaimanapun, pemerintahannya saat ini sedang menjalankan sebuah rencana untuk memajukan kesepakatan damai demi orang-orang Palestina. "Saya ingin memberikan sebuah keputusan sebelum saya memikirkan untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem," ujar Trump, dikutip Haaretz.

Saat ini, kata Trump, sebenarnya, pihaknya sedang mengerjakan sebuah rencana yang dianggap  banyak orang tidak akan pernah berhasil, karena selama bertahun-tahun memang tidak pernah berhasil. "Mereka mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan terberat dalam upaya perdamaian antara Israel dan Palestina," tutur Trump.

"Dan jika ini tidak berhasil - beberapa orang mengatakan upaya ini tidak mungkin berhasil, tapi saya tidak berpikir bahwa ini tidak mungkin berhasil - saya rasa sesuatu akan terjadi, meski saya tidak ingin membuat prediksi," jelasnya.

Selama kampanye pemilihan presiden AS 2016, Trump berulang kali berjanji akan memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel, setelah ia mengambil alih pemerintahan. Namun, sejauh ini, ia secara konsisten selalu menghindari pertanyaan kapan janji itu akan terpenuhi.

Wakil Presiden AS Mike Pence juga telah membuat pernyataan serupa sejak Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS. "Presiden sendiri, bagaimanapun, belum membuat janji langsung seperti itu dalam beberapa bulan terakhir," kata Mike.

Pada Juni ini, Trump menandatangani keputusan untuk menunda pemindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel selama setengah tahun. Langkah ini juga sebelumnya selalu dilakukan oleh presiden-presiden AS pendahulu Trump, sejak Kongres mengesahkan Undang-Undang Kedubes Yerusalem pada 1995.

Berikutnya, Trump harus menghadapi pertanyaan apakah pemerintah AS akan benar-benar melakukan pemindahan kedutaan setelah enam bulan, yaitu pada Desember mendatang. Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, yang mendukung pemukiman Israel, selama beberapa bulan ini selalu mengatakan pemindahan kedutaan hanya tinggal menentukan tanggal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA