Kamis 19 Oct 2017 08:06 WIB

Mantan Sekjen 'PK' Jiang Zemin Curi Perhatian Warganet Cina

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto
Presiden Cina, Xi Jinping saat berbicara di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Lima, Peru, Sabtu (19/11).
Foto: REUTERS/Mariana Bazo
Presiden Cina, Xi Jinping saat berbicara di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Lima, Peru, Sabtu (19/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Saat Presiden Cina Xi Jinping menyampaikan pidato kebijakan di Balai Besar Rakyat Beijing, warganet Cina ternyata jauh lebih tertarik pada pria berkacamata berusia 91 tahun yang duduk di sebelahnya. Kehadiran mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina itu menjadi kejutan setelah muncul rumor yang berspekulasi mengenai kematiannya.

"Dia semakin muda dan lebih muda setiap kali kami melihatnya," tulis salah satu warganet di Sina Weibo, jejaring sosial Twitter versi Cina, dikutip The Guardian.

Usia senjanya, ditambah kebijakan Xi yang membatasi peran kader pensiunan, membuat Jiang sangat jarang terlihat di depan umum. Rumor tentang kematiannya beredar setiap beberapa bulan sekali.

Dalam acara Kongres Partai Komunis yang diadakan lima tahun sekali itu, Jiang terlihat sesekali membaca naskah pidato dengan kaca pembesar dan kemudian menguap. Dia juga beberapa kali melirik jam tangannya, yang mengindikasikan ia tidak berkesan dengan pidato panjang Xi tentang era baru politik Cina.

Jiang sering menghadiri pertemuan penting Partai Komunis, seperti pertemuan kali ini yang akan memutuskan pergantian kepemimpinan. Pendahulu Xi, Hu Jintao, juga hadir, meski usianya sudah 74 tahun.

"Kita perlu belajar mengenai rahasia umur panjang yang dimiliki orang-orang itu!" tulis warganet lainnya.

Jiang memimpin Cina selama satu dasawarsa yang dimulai pada 1993. Ia sangat diingat karena perilaku warna-warninya, yang tentunya sangat kontras dengan perilaku dua penerusnya yang cukup kaku.

Ada pertumbuhan ekonomi yang eksplosif selama masa jabatannya. Standar kehidupan di Cina juga meningkat dengan cepat, namun dia juga menghadapi sejumlah kritik. Jiang melancarkan tindakan keras terhadap gerakan spiritual Falun Gong, yang menuduh pemerintahannya menyiksa para pengikutnya.

Dia kadang-kadang memberikan pidato dalam bahasa Inggris saat bepergian ke luar negeri. Ia bahkan sering duduk untuk wawancara dengan stasiun televisi AS untuk menjawab pertanyaan tentang catatan hak asasi manusia Cina.

Dia juga terkenal suka memarahi reporter jika mereka mengajukan pertanyaan yang tidak dia sukai. Jiang sering menyebut mereka terlalu sederhana dan terkadang naif.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement