REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri telah kembali ke Lebanon setelah dua pekan lebih mengumumkan pengunduran dirinya dari Arab Saudi. Hariri tiba di Bandara Internasional Beirut pada Selasa (21/11) waktu setempat.
Pengumuman pengunduran diri Hariri diketahui saat pidatonya disiarkan oleh sebuah stasiun televisi. Dalam pidatonya pada 4 November tersebut ia mengatakan ada dugaan rencana pembunuhan terhadap dirinya. Ia juga menyalahkan campur tangan Iran dan sekutu Lebanonnya Hizbullah dalam keputusannya.
Pengunduran diri mendadak tersebut menurut Presiden Lebanon Michel Aoun karena Hariri ditekan Arab Saudi. Aoun tidak bisa menerima pengunduran diri yang diumumkan dari luar negeri dan meminta Hariri untuk segera kembali ke Beirut untuk menjelaskan statusnya.
Sejak pengumuman pengunduran dirinya itu dia belum pernah menginjakkan kakinya di negaranya. Seperti dilansir dari Aljazirah, Selasa (21/11), politikus Muslim Sunni itu merupakan sekutu lama Arab Saudi.
Rekomendasi
-
Ahad , 31 May 2026, 06:02 WIB
Hizbullah Bombardir Utara Israel
-
-
Ahad , 31 May 2026, 05:31 WIBNegara Lain Gugat Israel atas Penganiayaan Aktivis GSF, Bagaimana Indonesia?
-
Ahad , 31 May 2026, 05:22 WIBSerangan Israel di Gaza Saat Idul Adha Tewaskan 29 Warga Palestina
-
Sabtu , 30 May 2026, 18:08 WIBIran Janjikan Perlakuan Khusus bagi Kapal Rusia dan China di Selat Hormuz
-
Sabtu , 30 May 2026, 15:27 WIBIsrael Ingin Caplok 70 Persen Gaza, Hamas Heran BoP Diam Seribu Bahasa
-