REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri telah kembali ke Lebanon setelah dua pekan lebih mengumumkan pengunduran dirinya dari Arab Saudi. Hariri tiba di Bandara Internasional Beirut pada Selasa (21/11) waktu setempat.
Pengumuman pengunduran diri Hariri diketahui saat pidatonya disiarkan oleh sebuah stasiun televisi. Dalam pidatonya pada 4 November tersebut ia mengatakan ada dugaan rencana pembunuhan terhadap dirinya. Ia juga menyalahkan campur tangan Iran dan sekutu Lebanonnya Hizbullah dalam keputusannya.
Pengunduran diri mendadak tersebut menurut Presiden Lebanon Michel Aoun karena Hariri ditekan Arab Saudi. Aoun tidak bisa menerima pengunduran diri yang diumumkan dari luar negeri dan meminta Hariri untuk segera kembali ke Beirut untuk menjelaskan statusnya.
Sejak pengumuman pengunduran dirinya itu dia belum pernah menginjakkan kakinya di negaranya. Seperti dilansir dari Aljazirah, Selasa (21/11), politikus Muslim Sunni itu merupakan sekutu lama Arab Saudi.
Rekomendasi
-
Selasa , 09 Jun 2026, 09:23 WIB
Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi
-
-
Selasa , 09 Jun 2026, 07:29 WIBWamenlu RI Petakan Tiga Skenario Perang Iran, dari Perdamaian hingga Eskalasi Nuklir
-
Selasa , 09 Jun 2026, 06:56 WIBMenteri Kebudayaan Lebanon Serukan Israel Setop Serangan ke Situs Bersejarah, Area Kuno Ini Hancur
-
Senin , 08 Jun 2026, 19:50 WIBTak Cuma Beirut, Iran Kini Larang Israel Bom Lebanon Selatan atau Kembali Dirudal
-
Senin , 08 Jun 2026, 19:10 WIBWamenlu RI: Global Sumud Flotilla Adalah Kemenangan Besar Palestina
-