Kamis 21 Dec 2017 08:48 WIB

Mahmoud Abbas Bertemu Raja Salman Bahas Yerusalem

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah
Raja Salman
Foto: Reuters
Raja Salman

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Al-Yamamah di Riyadh, pada Rabu (20/12). Dalam pertemuan tersebut, Raja Salman menegaskan kembali dukungan Arab Saudi untuk Palestina.

Arab Saudi juga mendukung hak sah rakyat Palestina untuk mendirikan sebuah negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Kedua pemimpin tersebut kemudian mengeksplorasi perkembangan terakhir di wilayah Palestina.

 

Pada Kamis (21/12), Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang akan mengadakan sidang darurat atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim. Sidang ini akan memungut suara untuk resolusi PBB terkait Yerusalem, yang telah diveto AS di Dewan Keamanan PBB pada Senin (18/12).

 

Sementara 14 anggota Dewan Keamanan PBB lainnya menyatakan mendukung resolusi yang diajukan oleh Mesir ini. Mereka menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.

 

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan dia mengharapkan dukungan yang luar biasa di Majelis Umum PBB. Ia menyatakan, Yerusalem adalah sebuah isu yang harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

 

"Mengenai penentuan nasib sendiri, saya berharap kami bisa mendapat dukungan dari sekitar 180 negara. Mengenai kedaulatan, kami berharap bisa mendapat dukungan 160 negara. Dan mengenai Yerusalem, saya memperkirakan 170 negara akan bersama kita untuk menentang veto AS," kata Mansour kepada Arab News.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement