Selasa 16 Jan 2018 16:55 WIB

Australia Barat Miliki Aturan Keamanan Biologi Paling Ketat

Petugas karantina sudah menyita 22 ribu kilogram buah-buahan, sayur-sayuran, dan madu di perbatasan Australia Barat dan Australia Selatan.
Foto: ABC
Petugas karantina sudah menyita 22 ribu kilogram buah-buahan, sayur-sayuran, dan madu di perbatasan Australia Barat dan Australia Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, PERTH -- Berada di sebuah tempat diantara perbatasan Australia Barat dan Australia Selatan berjarak 1.420 kilometer dari kota Perth dan 900 kilometer dari kota terdekat, Eucla, mungkin menjadi penugasan yang paling membosankan.Namun sebuah tim inspektur yang bertugas menegakkan undang-undang karantina Australia Barat yang ketat tidak pernah merasa kesepian.

Pada 2017, 10 staf karantina memeriksa lebih dari 78 ribu kendaraan, setara dengan lebih dari 130 ribu orang. Rachel Penning, seorang inspektur senior mengatakan jumlah barang yang disita telah melonjak dari 2016.

"Kami mencegat lebih dari 22 ribu kilogram buah, sayuran dan madu," katanya.

Penyitaan tersebut naik lima ton dibanding pada 2016 yang berjumlah 17.500 kilogram. Barang-barang yang disita karena dianggap memiliki potensi risiko terhadap margasatwa dan pertanian di Australia Barat.

Seorang perempuan membawa ember untuk seekor jerapah di dalam kandang
Jerapah bernama Ellie yang pernah membuat petugas sibuk saat hendak masuk Australia Barat dari Queensland. Foto: Department of Primary Industries and Regional Development

Aturan sering membuat turis lengah

Setiap negara bagian di Australia memiliki peraturan karantinanya sendiri-sendiri. Pos pemeriksaan perbatasan Australia Barat adalah yang paling ketat di dunia.

Tips masuk ke Australia Barat

  • Tidak boleh membawa buah-buahan, sayuran, atau madu
  • Jangan mengemas bawaan dengan kardus bekas produk tanaman/hewan
  • Pastikan mesin pemotong rumput mudah untuk diperlihatkan, karena butuh diinspeksi
  • Ban mobil harus bersih dari lumpur, rumput, atau biji-bijian

Produk-produk tumbuhan dan madu adalah masalah terbesar, karena potensi mereka untuk membawa hama dan penyakit dapat merusak industri pertanian dan peternakan di negara bagian Australia Barat. "Siapa pun yang datang melalui bandara baru-baru ini, unsur karantina sama dengan pos pemeriksaan di sini," kata Rachel.

"Ada tempat lebih banyak yang perlu dilihat, karena banyaknya kendaraan, karavan dan sejenisnya."

Peraturan yang spesifik membuat kali para turis lengah. Potongan nenas dan markisa adalah jenis buah-buahan yang diizinkan masuk, sementara produk lainnya disita. Semua sayuran segara dilarang masuk, kecuali yang sudah dipotong-potong menjadi salad dengan saus yang cukup banyak di atasnya, begitulah aturan di Australia Barat.

Hewan jadi masalah tersendiri

Kucing dan anjing bisa lewat dengan menyisir bulu-bulu mereka untuk menghilangkan kotoran kecil yang menempel di bulu mereka jika ada. Sementara jenis hewan lain lebih butuh banyak pekerjaan.

"Yang bisa membuat kami sibuk adalah sirkus keliling ... sangat membuat sibuk petugas. Ada antara 30-40 hewan yang harus kami periksa, mulai dari hewan ternak sampai burung dan hewan peliharaan," kata Rachel.

Burung bisa jadi sangat bermasalah. Mereka harus diperiksa dan kandangnya dibersihkan, sementara jika ada pakan burung maka harus diganti. "Kami harus mengganti jerami yang disiapkan untuk marmot," tambahnya.

Seekor jerapah dengan berat 420 kilogram, dengan tinggi dua dan setengah meter bernama Ellie juga pernah menjadi tantangan sendiri saat ia tiba di kebun binatang Perth setelah melakukan perjalanan lintas negara bagian sejauh 4.500 kilometer dari kebung binatang di Queensland.Dan

Dan bagi siapa pun yang bepergian dengan hewan eksotis harus meminta izin dari Pemerintah Australia Barat. Jika tidak dapat memenuhi izin maka hewan tersebut tidak akan diperbolehkan masuk, atau bahkan disuntik mati untuk beberapa kasus berat.

Seorang perempuan sedang memeriksa bawaan di belakang sebuah mobil
Petugas karatina, Rachel Penning berbicara dengan salah satu pengendara di titik perbatasan.

Foto: Department of Agriculture and Food

Para inspektur ingin mendidik, bukan menghukum

Meski peraturannya ketat, para inspektur mengaku mereka mencoba membantu, tidak untuk menghalang-menghalangi. Pos pemeriksaan memiliki kotak alternatif, misalnya, saat pendatang tidak sengaja menggunakan kotak kontainer yang salah.

"Jangan mengemasi barang-barang pribadi ke dalam kotak bekas, tidak akan bisa lewat," kata Rachel.

Warga diberikan pilihan untuk memakan makanan yang dilarang masuk atau memakannya. Mereka bisa memakannya di sebuah desa perbatasan, yang menjadi pemukiman pertama di perbatasan Australia Selatan. Tumbuhan untuk di rumah-rumah masih juga menjadi masalah yang terus menurus ada. Lebih dari 60 tanaman harus disita pada bulan Desember.

"Warga kadang tidak menghargai keragaman pertanian kita," kata Rachel.

"Tapi ini jadi kesempatan untuk membicarakan peraturan karantina di Australia Barat."

Simak laporannya dalam bahasa Inggris disini.

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/australia-barat-keamanan-biologi/9333814
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement