Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

PBB: Separuh Jumlah Warga Somalia Butuh Batuan Darurat

Kamis 18 Jan 2018 03:45 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pengungsi di Somalia mengantre untuk mendapat air bersih

Pengungsi di Somalia mengantre untuk mendapat air bersih

Foto: PKPU

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Sekitar 6,2 juta orang di Somalia - separuh warga - membutuhkan bantuan darurat, seperti makanan, air dan tempat tinggal, karena bencana kekeringan dan konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu. Organisasi itu mengajukan permintaan bantuan sebesar 1,6 miliar dolar.

Kekeringan  yang berlangsung selama empat musim hujan yang singkat telah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menyebabkan ratusan ribu anak-anak kekurangan gizi. Satu dari empat orang di negara Tanduk Afrika itu pun terancam menghadapi risiko kelaparan. "Kami juga akan melihat lebih banyak anak-anak dengan gizi buruk akut, dan akan ada lebih sedikit anak di sekolah," kata Peter de Clercq, kepala OCHA di Somalia.

Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa donor mengumpulkan dana yang cukup pada tahun 2017 untuk mencegah kelaparan dan mencegah wabah kolera, namun situasinya mulai memburuk tahun ini tanpa bantuan yang memadai. "Kami cenderung melihat sektor-sektor seperti tempat berlindung menjadi kekurangan dana, dan kemudian Anda akan melihat orang-orang di tempat terbuka, tanpa tempat berlindung yang memadai - dan memiliki sedikit sekali barang untuk menjalani hidup mereka," kata Peter melalui konferensi video dari Mogadishu, ibu kota Somalia.

Kelaparan Somalia pada tahun 2011 menewaskan 260.000 orang, separuh di antaranya meninggal dunia sebelum pernyataan resmi kelaparan, yang disebabkan oleh kekeringan, perang dan kurangnya akses untuk bantuan kemanusiaan. Negara ini telah terperosok dalam konflik sejak 1991. Pemerintahnya yang lemah dan didukung oleh Barat berjuang untuk mengendalikan daerah miskin dan pedesaan di bawah kelompok militan Islam al Shabaab - yang menghalangi penyampaian bantuan kepada yang paling membutuhkan.

Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khayre mengucapkan terima kasih kepada masyarakat internasional atas dan bantuan sebesar 1,3 miliar dolar tahun lalu yang berhasil dikumpulkan, namun memperingatkan bahwa tidak ada tempat untuk berpuas diri. "Kami menghadapi tantangan dan risiko yang sama tahun ini dan tahun-tahun berikutnya," kata Hassan.

Kekeringan dan konflik akan terus mempengaruhi kehidupan jutaan orang Somalia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA