Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Afrika Dihina, Presiden Ini Justru Suka dengan Trump

Kamis 25 Jan 2018 04:04 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: AP
Museveni menilai AS mendapatkan salah satu presiden terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPALA -- Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan dia menyukai Presiden AS Donald Trump karena telah berterus terang terhadap orang Afrika. Hal ini disampaikannya setelah Trump melecehkan negara-negara Afrika dengan kata shithole.

"Amerika telah mendapatkan salah satu presiden terbaik yang pernah ada," kata Museveni saat berbicara dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Afrika Timur di ibu kota Uganda, Kampala, pada Selasa (23/1), dikutip Aljazirah.

"Saya menyukai Trump karena dia berbicara tentang orang-orang Afrika secara terus terang. Orang-orang Afrika perlu menyelesaikan masalah mereka. Kita harus kuat. Di dunia ini, Anda tidak akan dapat bertahan jika Anda lemah dan ini adalah kesalahan orang Afrika jika kita lemah," papar Museveni.

Komentar Museveni ini dilontarkan beberapa jam setelah Duta Besar AS untuk negara Afrika Timur mengatakan komentar kontroversial Trump terhadap Afrika sangat mengganggu dan mengecewakan.

Dalam pidato kenegaraannya pada 1 Januari lalu, Museveni, yang telah berkuasa di Uganda selama lebih dari tiga dekade, juga memuji Trump. Ia menyebut Trump sebagai seorang pria yang jujur.

Uni Afrika telah mengecam pernyataan Trump dan menuntut permintaan maaf darinya. Permintaan maaf itu tidak hanya untuk orang-orang Afrika, tapi juga untuk semua orang keturunan Afrika di seluruh dunia.

Sementara itu, di Haiti ribuan orang turun ke jalan pada Senin (22/1) untuk memprotes kata-kata kasar Trump. Haiti merupakan salah satu negara yang diremehkan Trump dalam kesempatan yang sama.

Pada Juni 2017, Trump juga mengucapkan pernyataan yang melecehkan dengan mengatakan semua orang Haiti menderita AIDS. Ia juga mengatakan imigran Nigeria tidak akan pernah kembali ke gubuk mereka di Afrika, dan Afghanistan adalah tempat perlindungan teroris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA