Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

AS Rilis Daftar Politikus Rusia Terkait Intervensi Pemilu

Selasa 30 Jan 2018 14:19 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Patung yang menggambarkan calon presiden Donald Trump (kiri), dan Hillary Clinton akan ditampilkan di sebuah toko terkenal, di Naples, Italia.

Patung yang menggambarkan calon presiden Donald Trump (kiri), dan Hillary Clinton akan ditampilkan di sebuah toko terkenal, di Naples, Italia.

Foto: AP
Daftar itu terdiri dari orang-orang yang secara politis terhubung dengan elite Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah AS merilis daftar nama 114 politikus dan 96 orang kaya Rusia yang memiliki peran penting selama masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Daftar ini merupakan permintaan Kongres untuk menghukum Rusia yang telah dituduh mengintervensi pemilu presiden AS pada 2016.

Daftar yang secara informal dikenal dengan sebutan 'Daftar Putin' itu terdiri dari orang-orang yang secara politis terhubung dengan kelas elite Rusia. Tujuannya adalah memberi rasa malu karena mereka diyakini telah memanfaatkan masa jabatan Putin.

Daftar tersebut mencantumkan 114 tokoh politik senior di pemerintahan Rusia termasuk 42 pembantu Putin, juga menteri Kabinet termasuk Perdana Menteri Dmitry Medvedev serta pejabat tinggi di badan mata-mata terkemuka Rusia, FSB dan GRU. CEO perusahaan milik negara, termasuk perusahaan raksasa energi Rosneft dan Sberbank, juga ada dalam daftar.

Selain itu, daftar ini juga mencantumkan nama 96 orang kaya Rusia yang dianggap 'oligarki' oleh Departemen Keuangan AS. Mereka masing-masing diyakini memiliki aset senilai 1 miliar dolar AS atau lebih.

Beberapa di antara mereka yang paling terkenal adalah Roman Abramovich dan Mikhail Prokhorov yang menantang Putin dalam pemilihan 2012. Ada juga Oleg Deripaska, tokoh investigasi Rusia yang diduga memiliki hubungannya dengan mantan ketua kampanye Presiden AS Donald Trump, Paul Manafort.

Seiring dengan dirilisnya daftar itu, pemerintah AS juga mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan. Washington memutuskan tidak menghukum siapa pun yang ada di dalam daftar tersebut dengan sanksi baru terkait dengan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS.

Pemerintahan Trump sempat akan menunda mengeluarkan daftar yang dibuat berdasarkan undang-undang yang telah disahkan tahun lalu itu. Namun, Departemen Keuangan AS kemudian merilisnya di menit-menit terakhir, tepatnya 12 menit sebelum tengah malam.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA