Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Pengacara Minta Trump tak Lakukan Wawancara dengan Mueller

Rabu 07 Feb 2018 00:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: thesource.com
Mueller adalah pengacara yang menyelidiki kemungkinan kolusi Rusia-kampanye Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Beberapa pengacara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menasihatinya tidak mengikuti wawancara dengan pengacara khusus yang menyelidiki kemungkinan kolusi antara Rusia dan kampanye Trump untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2016, demikian New York Times, Senin (5/2).

Mengutip empat orang yang memberitahukan mengenai masalah ini, surat kabar tersebut mengatakan, pengacara tersebut prihatin pernyataan salah Trump dan bertentangan dengan dirinya sendiri akan membuatnya dituduh berbohong oleh penyidik.

Trump mengatakan dia bersedia diwawancarai di bawah sumpah oleh Penasihat Khusus Robert Mueller. "Saya sangat menantikannya, sebenarnya," ujar Trump kepada wartawan bulan lalu. Seseorang yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan belum ada keputusan mengenai apakah Trump akan menyetujui wawancara tersebut.

Trump menyangkal adanya kolusi antara kampanyenya dan Moskow, dan telah menghentikan penyelidikan Rusia sebagai perburuan pihak yang tidak sependapat. Jika presiden menolak wawancara, Mueller dapat memanggil presiden bersaksi di depan dewan juri. Panggilan pengadilan dapat memicu pertarungan pengadilan yang pada akhirnya diputuskan oleh Mahkamah Agung.

John Dowd dan Jay Sekulow, yang memimpin tim pengacara yang menasihati Trump, menginginkan presiden menolak permintaan wawancara, demikian laporan harian tersebut. Pengacara dan beberapa pembela Trump percaya Mueller mungkin tidak mau memanggil presiden ke pengadilan dan memicu bentrokan dengan Gedung Putih, sehingga pengacara khusus itu dapat kalah di pengadilan, menurut laporan Times.

Pengacara pribadi Trump yang lama, Marc Kasowitz juga memperingatkan wawancara dengan Mueller. Ty Cobb, seorang pengacara yang dipekerjakan pada Juli untuk menangani tanggapan Gedung Putih terhadap penyelidikan Rusia, membantah telah bekerja sama dengan Mueller, demikian laporan surat kabar tersebut.

Menanggapi permintaan berkomentar, Dowd dan Cobb mengirimkan pernyataan yang mengatakan bahwa diskusi antara pengacara pribadi presiden serta kantor penasihat khusus mengenai bagaimana dan berdasarkan ketentuan apa informasi akan diberikan bersifat tertutup.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA