Kamis 08 Feb 2018 15:42 WIB

Bukan Makanan, Korban Badai Justru Diberi Lilin

Rossell mengatakan dia hanya ingin mengirim pesan persatuan dan harapan

Rep: Marniati/ Red: Esthi Maharani
Badai maria (ilustrasi).
Foto: NASA/EPA
Badai maria (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PUERTO RIKO -- Istri Gubernur Puerto Riko Beatriz Rossell menyampaikan permohonan maafnya atas hadiah lilin yang ia berikan untuk masyarakat korban Badai Maria. Masyarakat yang berjumlah sekitar 400 ribu orang hidup tanpa listrik selama lima bulan setelah badai tersebut melanda.

Dilansir The Guardian, Kamis (8/3), Beatriz Rossell mengatakan dia hanya ingin mengirim pesan persatuan dan harapan melalui hadiah tersebut. "Saya sangat menyesal karena hadiah itu disalahartikan," katanya.

Walikota Yabucoa Rafael Surillo mengatakan kepada Associated Press bahwa ia menerima salah satu lilin tersebut pekan lalu. "Saya merasa makanan itu tidak enak," katanya.

Masyarakat yang terkena dampak bencana lebih membutuhkan bantuan dalam bentuk lainnya daripada sebuah lilin. Ia mengatakan Yabucoa merupakan kota pesisir selatan yang terdiri dari 38 ribu penduduk. Ini adalah kota pertama yang terkena dampak Badai Maria. Menurutnya hanya sekitar 12 persen penduduk di Yabucoayang memiliki kekuatan untuk bertahan.

"Saya tidak mengerti maksud pemberian seperti itu," tambahnya.

Surillo, yang berasal dari partai oposisi utama, mengatakan baik Rossell maupun suaminya, Gubernur Ricardo Rossell, telah mengunjungi Yabucoa. "Kami akan menerimanya dengan tangan terbuka. Kami menuntut agar mereka memperhatikan kota yang paling hancur," jelasnya.

Lilin-lilin yang dihadiahi Beatriz tersebut dilengkapi hiasan dari kayu Natal yang dibuat oleh narapidana. Mereka membuatnya dari potongan-potongan pohon berusia satu abad yang tumbang akibat badai kategori 4 pada 20 September lalu. Pohon itu berada di kediaman Gubernur. Hadiah tersebut disertai dengan sebuah pesan, "Semoga karya ini mewakili transformasi dan ketahanan masyarakat Puerto Riko."

Tidak jelas berapa banyak orang yang menerima lilin tersebut. Beatriz Rossell mengatakan lilin tersebut dikirim pada Desember dan Januari lalu. Namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait hal tersebut. Seorang juru bicara Rossell tidak bersedia berkomentar terkait hal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement