Rabu 21 Feb 2018 18:27 WIB

Malaysia Tangkap 10 Terduga Gerilyawan Filipina Selatan

Mereka diduga membantu pergerakan kelompok garis keras di Sabah dan Filipina selatan.

Militan Abu Sayyaf di Filipina.
Foto: Youtube
Militan Abu Sayyaf di Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR --  Kepolisian Malaysia menangkap 10 orang atas dugaan membantu pergerakan kelompok garis keras di negara bagian Sabah dan Filipina selatan. Gerakan terhadap 10 orang itu adalah penangkapan gelombang kedua sepanjang tahun ini.

Malaysia masih sangat waspada sejak sekelompok orang terkait dengan ISIS melancarkan serangan di Jakarta pada Januari 2016. Polisi menangkap 10 orang dalam tiga penggerebekan terpisah antara 25 Januari hingga 6 Februari, kata Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun dalam pernyataan tertulis.

Di antara yang ditangkap itu adalah warga Filipina berusia 27 tahun, yang diduga tokoh penting kelompok Abu Sayyaf, dan satu warga Filipina lain berusia 32 tahun. Kedua orang itu diduga mengatur jalur perjalanan bagi warga asing menuju kawasan selatan Filipina untuk bergabung dengan ISIS.

"Informasi awal yang kami dapatkan dari 10 orang ini mengungkap upaya oleh kelompok Abu Sayyaf untuk membentuk cabang di Sabah," kata Mohamad Fuzi.

Mohamad Fuzi mengatakan Abu Sayyaf berniat mengumpulkan semua milisi ISIS dari negara-negara Asia Tenggara ke Filipina selatan untuk menjalani pelatihan militer. "Anggota cabang yang sama kemudian akan difungsikan untuk melancarkan serangan ke Sabah pada masa mendatang," kata dia.

Malaysia menangkap ratusan orang sepanjang beberapa tahun belakangan dengan tudingan terlibat pergerakan kelompok militan. Serangan granat di bar pinggiran Kuala Lumpur pada Juni 2016 melukai delapan orang. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement