Jumat 23 Feb 2018 18:36 WIB

Meminta Maaf tidak Cukup dengan Kata Saja

Permintaan maaf harus dimulai dengan ekspresi penyesalan yang sesungguhnya.

Permintaan maaf yang baik melibatkan sebuah komitmen tidak mengulang perilaku Anda.
Foto: ABC
Permintaan maaf yang baik melibatkan sebuah komitmen tidak mengulang perilaku Anda.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Permintaan maaf memang tidak selalu mudah diucapkan, tapi jika Anda ingin dimaafkan Anda perlu melakukan lebih dari sekadar mengucapkan kata maaf. Profesor Kesehatan Mental dari Universitas Monash  Australia Jane Fisher mengatakan ada beberapa elemen penting yang menghadirkan permintaan maaf yang bagus.

"Saya pikir permintaan maaf yang tulus mengungkapkan penyesalan, bertanggung jawab penuh atas apa yang telah dilakukan dan - bagian yang sangat penting - menawarkan beberapa bentuk restitusi atau perbaikan," katanya kepada Rafael Epstein dari ABC Radio Melbourne.

Penyesalan yang tulus

Fisher mengatakan permintaan maaf harus dimulai dengan ekspresi penyesalan yang sesungguhnya. "Pengakuan tanggung jawab tampaknya sangat penting," katanya.

Menurut Dr Fisher saat meminta maaf, Anda perlu sadar akan apa yang Anda lakukan, dan pahami motif Anda untuk melakukannya. Penting untuk bertanggung jawab atas tindakan Anda saat menawarkan permintaan maaf.

"Itu berarti dengan sepenuh hati menerima bahwa saya melakukan ini. Entah sengaja atau tidak, saya telah berperilaku dengan cara yang telah menyebabkan hal-hal ini terjadi pada orang lain. Saya telah mengecualikan Anda, saya telah mempermalukan Anda - apakah saya bermaksud atau tidak, sekarang saya menyadari itulah yang telah saya lakukan," katanya.

Bertobatlah dan perbaiki

Setelah mengungkapkan penyesalannya, Dr Fisher mengatakan, langkah selanjutnya dalam mencari pemaafan adalah membuat pernyataan pertobatan. "Anda akan mencoba dan belajar dari sini, Anda akan melakukan sesuatu untuk hal itu dan tawaran perbaikan," katanya.

Dr Fisher mengatakan memberikan tawaran restitusi adalah bagian penting dari permintaan maaf yang tulus. "Saya menyesali ini dan saya tidak ingin ini menjadi sebuah pola. Saya sangat ingin mencoba mengubah ini mulai dari saat ini," katanya.

Terlalu cepatkan untuk meminta maaf?

Fisher mengatakan sebaiknya mengajukan permintaan maaf lebih awal daripada menundanya di kemudian hari. "Jika Anda telah kehilangan kesabaran atau Anda telah melakukan sesuatu yang impulsif, tidak butuh waktu lama untuk berpikir lebih tenang atau rasional mengenai apa yang telah dilakukan," katanya.

Fisher mengatakan hubungan yang rusak akibat tindakan tanpa berpikir bisa diperbaiki. "Hampir pasti ada beberapa hal yang dilakukan, mungkin, dalam keadaan panas ketika itu," katanya.

"Saya pikir adalah kemajuan untuk semua orang jika permintaan maaf dapat ditawarkan, dan tidak diragukan lagi bahwa pengampunan dapat diberikan lebih mudah diberikan jika ada permintaan maaf yang tulus," ujarnya.

Permintaan Maaf tidak Diterima

Fisher mengatakan Anda juga tidak bisa mensyaratkan akan meminta maaf pada orang lain jika orang lain tersebut turut meminta maaf juga. "Hal yang lebih besar yang harus dilakukan adalah membuat sebuah permohonan maaf tanpa syarat, ini memang sangat sulit, semua kondisi terkait meminta maaf memang tidak mudah," katanya.

Menurut Dr Fisher memang akan menjadi sulit jika orang yang Anda hendak mintakan maaf menolak memaafkan Anda. "[Tanyakan] pada orang lain apa yang dapat saya lakukan yang mungkin akan membuat Anda bersedia memaafkan saya atau untuk memahami apa yang terjadi," katanya.

Fisher mengatakan permintaan maaf merupakan langkah penting menuju pada situasi dimana apa pun yang terjadi akan menjadi benar-benar bagian dari masa lalu. "Hubungan bisa tumbuh dan berkembang melampaui situasi ini," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/gaya-hidup-nad-kesehatan/meminta-maaf-yang-tulis-tidak-cukup-kata-saja/9477350
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement