Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Ghani Tawarkan Pengakuan Terhadap Taliban

Rabu 28 Feb 2018 14:46 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Teguh Firmansyah

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Foto: aljazirah
Ahsraf Ghani mengusulkan gencatan senjata dan pelepasan tahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menawarkan pengakuan kepada Taliban sebagai kelompok politik yang sah. Ini sebagai bagian dari proses politik untuk mengakhiri lebih dari 16 tahun perang berkepanjangan.

Dalam pertemuan yang disebut Proses Kabul pada Rabu (28/2) di negara-negara yang terlibat, Ghani mengusulkan gencatan senjata dan pelepasan tahanan.  Dia mengaku siap untuk menerima peninjauan kembali konstitusi sebagai bagian dari sebuah perjanjian dengan Taliban.

 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun sebuah platform untuk perundingan damai. Afghanistan telah lama mengharapkan adanya proses perundingan damai dengan Taliban, namun kelompok militan tersebut tetap keras kepala mengenai proses perdamaian.

 

Baca juga,  AS tak Ingin Berbicara dengan Taliban.

 

Rakyat Afghanistan memandang upaya Kelompok Koordinasi Empat-Pihak (QCG) yang dengan optimis membawa kelompok gerilyawan itu ke meja perundingan. QCG terdiri dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat (AS). Kelompok tersebut sempat mengusulkan pembicaraan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan pada Maret 2016, namun Taliban menolaknya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA