Senin 26 Mar 2018 09:40 WIB

Saudi Cegat Rudal Houthi di Wilayah Udara Riyadh

Ini bukan untuk pertama kali gerilyawan Houthi menembakkan rudal ke arah Riyadh.

Efek serangan rudal scud milisi Houthi.
Foto: www.aa.com.tr
Efek serangan rudal scud milisi Houthi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sitem pertahanan udara Arab Saudi pada Ahad (25/3) malam, mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman oleh milisi Hotuhi di wilayah udara Ibu Kota negeri itu, Riyadh, demikian laporan stasiun televisi resmi. Stasiun televisi tersebut mengatakan gerilyawan Houthi di Yaman menembakkan dua rudal ke arah Arab Saudi dan pertahanan udara Arab Saudi mencegat satu rudal di wilayah udara Riyadh, dan satu lagi di wilayah udara Jazan di perbatasan Kerajaan tersebut dengan Yaman.

Suara beberapa ledakan telah terdengar oleh warga lokal di Riyadh. Itu bukan untuk pertama kali gerilyawan Houthi menembakkan rudal ke arah Riyadh.

Pada Desember, gerilyawan Houthi menembakkan satu rudal balistik ke arah Istana Raja Arab Saudi di Riyadh. Para pegiat Arab Saudi di media sosial melaporkan ledakan kuat di wilayah udara Riyadh. Tak ada laporan resmi Arab Saudi mengenai korban jiwa.

Serangan pada Ahad larut malam adalah yang paling akhir dari serangkaian serangan yang diakui oleh kelompok Syiah Yaman, Houthi, terhadap bandar udara Arab Saudi.

 

photo
Militan Houthi di Yaman.

Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer Arab, yang didukung oleh Amerika Serikat, untuk ikut campur dalam konflik di Yaman guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang hidup di pengasingan. Koalisi tersebut telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap posisi Al-Houthi, dalam upaya memutar-balikkan keberhasilan milisi Houthi dan memulihkan kekuasaan Hadi di Ibu Kota Yaman, Sana'a.

Gerilyawan Houthi telah menembakkan ratusan rudal balistik ke kota besar Arab Saudi, dan kebanyakan dicegat oleh pasukan pertahanan udara Arab Saudi.

sumber : Antara/Xinhua
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement