Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

CEO Facebook Penuhi Panggilan Bersaksi di Hadapan Kongres AS

Rabu 28 Mar 2018 07:55 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Indira Rezkisari

Cambridge Analytica, perusahaan yang diduga membocorkan data pengguna Facebook untuk kepentingan politik.

Cambridge Analytica, perusahaan yang diduga membocorkan data pengguna Facebook untuk kepentingan politik.

Foto: EPA
Mark Zuckerberg akan membicarakan kebocoran data Facebook 10 April.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Chief Executive Facebook Inc, Mark Zuckerberg, berencana memberikan kesaksian mengenai permasalahan yang mendera perusahaannya di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul adanya skandal kebocoran data 50 juta pengguna Facebook yang dikumpulkan oleh Cambridge Analytica (CA) untuk kepentingan politik.

Dilaporkan Reuters, Rabu (28/3), pihak Facebook menyatakan telah menerima undangan untuk bersaksi di hadapan Kongres AS dan mereka juga akan berbicara dengan legislator. Adapun anggota parlemen di AS dan Eropa meminta kepada Facebook untuk menjelaskan perkara kebocoran data tersebut. House Energy and Commerce Committee dan Komite Perdagangan AS secara resmi meminta Zuckerberg berserta CEO Alphabet Inc dan Twitter Inc untuk memberikan kesaksian tentang privasi data pada sidang 10 April 2018 mendatang.

Di sisi lain, Zuckerburg menolak undangan anggota parlemen Inggris untuk memberikan kesaksian. Facebook berencana menunjuk Chief Technology Officer Mike Schroepfer maupun Chief Product Officer Chris Cox untuk hadir memberikan keterangan kepada parlemen Inggris.

Seorang 'whistleblower' yang pernah bekerja di Cambridge Analytica, Christopher Wylie mengatakan, perusahaan asal Kanada yakni AggregateIQ telah mengembangkan perangkat lunak yang menggunakan algoritma dari data Facebook untuk menargetkan pemilih dari Partai Republik dalam Pemilu AS 2016 lalu. Akan tetapi hingga berita ini diturunkan, AggregateIQ enggan memberikan tanggapan. Di sisi lain, Cambridge Analytica mengatakan tidak pernah berbagi data profil Facebook dengan AggregateIQ.

Akibat skandal ini kekayaan Zuckerberg turun dari 75 miliar dolar AS menjadi 66 miliar dolar AS. Adapun Zuckerberg telah menjual 1,14 juta lembar saham dengan harga rata-rata 183,81 dolar AS dalam dua pekan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA