Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Irak Enggan Campuri Konflik AS-Iran

Rabu 28 Mar 2018 16:35 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nidia Zuraya

Perdana Menteri Irak Haider al Abadi.

Perdana Menteri Irak Haider al Abadi.

Foto: Reuters
Irak akan terus membina hubungan baik yang seimbang dengan kedua negara berkonflik.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pemerintah Irak menegaskan tak ingin ikut campur dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dalam konferensi di Baghdad.

Haider al-Abadi mengatkaan, Irak akan terus membina hubungan baik yang seimbang dengan kedua negara berkonflik tersebut. Dia mengatkaan, keputusan itu akan menjadi kebijakan utama berdasarkan kepentingan negara.

"Saya akan menjauh dari hal tersebut," kata Haider al-Abadi mengacu pada tensi yang terjadi antara AS dan Iran seperti diwartakan Reuters, Rabu (28/3).

Dalam kesempatan itu, Haider al-Abadi juga menyampaikan beberapa hal seperti kesepakatan nuklir Iran. Dia berharap, AS akan terus memberikan komitmennya terkait perjanjian nuklir yang berhasil dicapai pada 2015 lalu.

Haider al-Abadi juga mengatakan, militer akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah pejuang Kurdi (PKK-Kurdistan Workers Party) yang berbasis di Utara Irak untuk menyerang Turki. Ini menyusul tekanan yang disampaikan Turki.

Pemeritahan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan terjun langsung menyerang pejuang Kurdi jika Irak gagal mengendalikan mereka di Sinjai, daerah yang berbatasan dengan Turki. Ankara kesal pejuang tersebut dibiarkan bergerak bebas di Sinjar.

"Pasukan militer Irak telah diberi perintah untuk tidak memperbolehkan kehadiran kekuatan asing di perbatasan wilayah," kata Haider al-Abadi seperti diwartakan Aljazira.

Turki mengatkaan, PKK yang saat ini berada di Sinjar memiliki hubungan dekat dengan pejuang Kurdi dari People's Protection Units (YPG) yang tengah mereka peragi di Afrin. Presiden Erdogan telah mengutus pejabat intelejen untk bertemu dengan pejabat Irak guna membahas operasi militer di Sinjar.

"Kami berharap pemerintah Irak menanggapi operasi militer di Sinjar dengan semaksimal mungkin," kata Erdogan.

Dia menegaskan, Turki akan melakukan apapun jika pemerintah Irak gagal menyelesaikan masalah tersebut. Erdogan mengaku akan terus memantau situasi di lapangan, sambil mengatakan jika kampanye militer lintas perbatasan akan dilakukan jika kegagalan itu terjadi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA