Senin 09 Apr 2018 13:56 WIB

PM Hungaria Menang Pemilu dengan Mudah

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban terpilih untuk ketiga kalinya

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Nidia Zuraya
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban
Foto: independent.co.uk
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban memenangkan pemilihan umum dengan mudah. Menurut hasil awal dari pemilihan negara tersebut pada Ahad (8/4), dia akan mendapatkan jabatan ketiganya dan partainya Fidesz siap untuk mendapatkan kembali mayoritas supernya di parlemen.

Dengan 87,4 persen suara yang telah dihitung, Fidesz dan sekutu kecilnya, Christian Democrat Party,telah mendapatkan 133 dari 199 kursi di legislatif. Ini adalah jumlah minimum yang dibutuhkan untuk dua pertiga suara mayoritas.

Sementara itu darinasionalis sayap kanan,Jobbik Party, berada di tempat kedua dengan 26 kursi. Sementara koalisi sayap kiri yang dipimpin Sosialis membentang ketiga dengan perolehan 20 kursi.

Hanya dua partai lainnya, Koalisi Demokratik mantan perdana menteri Ferenc Gyurcsany dan partai hijau Politics Can Be Different Party diperkirakan melampaui ambang 5 persen yang diperlukan untuk membentuk faksi parlemen.

Orban memulai pidato singkat untuk menyemangati pendukung setelah hasil awal diumumkan dengan pesan yang jelas: "Kami menang."

Dia juga mengatakan kepada orang banyak: Kami menciptakan kesempatan untuk membela rakyat Hungaria. Pertempuran besar ada di belakang kita. Kami telah mencapai kemenangan yang menentukan.

Orban memenangkan masa jabatan keempatnya secara keseluruhan pada sebuah platform yang secara terbuka mencela para migran datang ke Eropa.

Partai-partai oposisi khawatir bahwa mayoritas super lainnya akan memungkinkan pemimpin otokratik untuk lebih mudah menekan. Seperti penekanan melalui perubahan konstitusional, melanjutkan tindakan kerasnya terhadap kelompok-kelompok sipil yang diklaim bekerja melawan kepentingan Hungaria dan lebih memperkuat genggamannya pada struktur kekuasaan negara yang sangat tersentralisasi.

Orban telah banyak berkampanye tentang kebijakan anti-migrasinya yang keras. Dia mengklaim bahwa oposisi berkolaborasi dengan PBB, Uni Eropa dan filantropis kaya George Soros untuk mengubah Hungaria menjadi negara imigran.

Menurut mereka itu mengancam keamanan dan identitas Kristennya."Demokrasi Hungaria kuat," kata Gergely Gulyas, pemimpin faksi parlemen untuk Fidesz.

"Bersamaan dengan jumlah pemilih yang tinggi, negara akan memiliki parlemen yang kuat dan sah."

Pengaruh pemerintah terhadap media sangat jelas dalam siaran pada Ahad oleh saluran berita televisi negara M1. Laporan yang menyoroti dampak negatif migrasi mendominasi program saluran televisi tersebut.

Di Origo.hu, situs web yang sebelumnya independen yang dimiliki oleh sekutu pemerintah, telah mempromosikan Orban sementara juga berfokus pada migrasi. Berita utama termasuk "geng Migran yang bertempur di Inggris," "Mereka tidak tahan lagi di Swedia: Mereka sudah punya cukup banyak migran," dan "Seorang migran dalam celana mengalahkan seorang pensiunan Jerman setengah mati."

Pihak oposisi membantah klaim Orban tentang migrasi.Ketidakpastian tentang margin yang diharapkan Orban adalah karena sistem pemilihan yang kompleks di Hungaria, di mana pemilih memberikan surat suara untuk kandidat individu di wilayah mereka dan satu lagi untuk daftar partai.

Partai oposisi mendesak warga Hungaria untuk memilih secara taktis untuk kandidat dengan kesempatan terbaik untuk mengalahkan kandidat Fidesz di 106 distrik individu. Mereka tampaknya telah memenangkan 15 kursi individu dibandingkan dengan 10 pada tahun 2014.

Namun, Fidesz meningkatkan hasil dalam hal 93 pendistribusian berdasarkan suara untuk daftar partai keseluruhan. Mereka mendapatkan 49,1 persen dibandingkan dengan 44,9 persen pada empat tahun lalu.

sumber : AP
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement