Senin 07 May 2018 21:29 WIB

Kantor Kepresidenan Yaman Digempur, Enam Orang Tewas

Terdengar dua ledakan dari sebuah gedung di ibu kota.

Rep: Crystal Liestia Purnama / Red: Teguh Firmansyah
Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Foto: Reuters
Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA --  Pasukan koalisi Arab Saudi menggempur kantor kepresidenan Yaman di ibu kota Sanaa yang dikuasai pemberontak. Menurut keterangan tim medis serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan 30 orang terluka.

 

Para saksi melaporkan jet tempur mengebom Sanaa beberapa kali pada  Senin (7/5) tengah hari. Televisi Al-Masirah yang dikuasai pemberontak menyalahkan koalisi pimpinan Saudi yang melakukan serangan itu.

 

Dilaporkan Aljazirah, penduduk mengatakan mereka mendengar dua ledakan menghantam gedung itu. Gedung tersebut terletak di dekat hotel, bank dan beberapa toko, dan tidak jauh dari bank sentral.

 

Para saksi mengatakan kantor itu, yang digunakan oleh pemerintahan pemberontak Houthi, biasanya sibuk dengan karyawan.

 

"Kami sedang bekerja di sebelah kantor kepresidenan dan mendengar sebuah pesawat, dan kemudian sebuah ledakan," kata Ahmed Dehashir, seorang responden pertama, di tempat kejadian serangan itu.

 

"Beberapa orang bergegas ke tempat kejadian dan melihat kehancuran dan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan. Kami mencoba menggali korban tewas dan terluka dari bawah puing-puing, dan kemudian ada serangan kedua," katanya.

 

Koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan intervensi militer di Yaman pada 2015. Intervensi militer itu bertujuan untuk menggulingkan Houthi dan memulihkan pemerintahan Abd Rabou Mansur Hadi  yang diakui secara internasional untuk berkuasa.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement