Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Ramadhan di Australia Dimulai Kamis

Selasa 15 Mei 2018 16:41 WIB

Red: Ani Nursalikah

Suasana setelah shalat Subuh di masjid Lakemba, New South Wales, Australia.

Suasana setelah shalat Subuh di masjid Lakemba, New South Wales, Australia.

Foto: ABC
Imam Besar Australia imbau umat Muslim menghargai perbedaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Dewan Komite Eksekutif Imam di Australia memutuskan jatuhnya Ramadhan pada Rabu (16/5) selepas matahari tenggelam. Artinya, puasa hari pertama akan dilakukan mayoritas warga Australia pada Kamis (17/5).

Pengumuman telah disampaikan melalui halaman Facebook Australian National Imams Council (ANIC) yang disebarkan dewan Islam di tiap-tiap negara bagian, termasuk Dewan Islam di Victoria (ICV). Tapi dari pantauan ABC, ada sejumlah komunitas Muslim Australia yang menandai pergantian Ramadhan pada Selasa malam (15/5), salah satunya adalah komunitas Albania dengan masjidnya yang terletak di kawasan Carlton, Melbourne.

"Grand Mufti of Australia, Imam Abdul Azim Al-Afifi dan sejumlah imam dari ANIC mengakui adanya perbedaan opini di antara para ahli dalam topik ini (penentuan 1 Ramadhan)," tulis pernyataan itu.

Tapi mereka mengimbau seluruh umat Muslim di Australia menghargai perbedaan, dengan menghindari perdebatan yang dapat berbuntut pada kesalahpahaman diantara sesama Muslim. "Umat Muslim sebaiknya fokus pada persatuan diantara komunitas yang membawa diri lebih dekat pada Tuhan," tambah pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga mengajak umat Muslim mengundang warga non-Muslim ke acara berbuka puasa dan memanfaatkan Ramadan sebagai ajang untuk menjelaskan kesalahpahaman soal Islam di Australia.

Imbauan soal kunjungan ke negara Muslim

Dari situs resmi milik pemerintah Australia, Smart Traveller, dianjurkan warga Australia yang hendak berkunjung ke negara-negara Muslim atau dengan mayoritas warga Muslim, mengetahui apa itu Ramadhan dan menghargai kegiatan keagamaan dan budaya yang ada.

"Di beberapa negara Muslim saat Ramadhan, makan, minum, dan merokok di depan publik di siang hari bisa termasuk pelanggaran hukum dan bisa menarik perhatian pihak berwenang. Mereka yang tidak berpuasa diminta menghindari makan, minum, dan merokok di depan orang yang berpuasa," ujar imbauan tersebut.

Situs tersebut juga mengimbau warga Australia yang hendak berpergian ke negara-negara Muslim untuk melakukan perencanaan matang saat Idul Fitri, karena tiket pesawat biasanya sudah penuh dipesan dan kemacetan meningkat.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-05-15/ramadan-di-australia/9763788
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA