Rabu 23 May 2018 16:16 WIB

Proses Pencarian Pesawat MH370 Diakhiri Pekan Depan

Ocean Infinity pada Januari sepakat untuk mencari MH370 tanpa biaya.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Kapal Seabed Constructor diperkirakan mengakhiri pencarian MH370 dalam beberapa hari mendatang.
Foto: ABC
Kapal Seabed Constructor diperkirakan mengakhiri pencarian MH370 dalam beberapa hari mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia mengatakan proses pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 akan diakhiri pada Selasa (29/5) pekan depan. Misi pencarian tidak akan diperpanjang atau dilanjutkan kembali.

"Pagi ini saya mengangkat ini (pencarian pesawat MH370) di kabinet dan setuju untuk memperpanjang (misi pencarian) sampai 29 Mei," ungkap Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke kepada awak media pada Rabu (23/5). Ketika ditanya apakah hal itu berarti tidak akan ada lagi perpanjangan misi pencarian, Anthony dengan lugas mengatakan, "Ya".

Pada Januari lalu Pemerintah Malaysia menyetujui upaya terbaru untuk menemukan puing-puing atau bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia. Misi pencarian tersebut dilakukan oleh perusahaan eksplorasi dasar laut asal Amerika Serikat (AS) Ocean Infinity.

Dasar penawaran dari Ocean Infinity didasarkan pada tidak adanya biaya. "Itu berarti mereka bersedia untuk mencari di daerah seluas 25 ribu kilometer persegi yang ditunjukkan oleh kelompok ahli di dekat perairan Australia," ungkap mantan menteri transportasi Malaysia Liow Tiong.

Ocean Infinity memang siap menanggung semua biaya selama proses pencarian bangkai pesawat dilakukan. Perusahaan tersebut hanya akan menerima bayaran dari Pemerintah Malaysia jika betul-betul berhasil menemukan bangkai pesawat MH370.

Pesawat Malaysian Airline MH370 hilang pada Maret 2014. Pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing tersebut mengangkut 227 penumpang dan 12 awak. Pesawat tersebut diperkirakan telah berpindah ribuan mil jauhnya dari Samudra Hindia selatan sebelum membentur pantai Australia Barat. Hilangnya pesawat MH370 telah menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement