Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jaksa Agung Bantah Ada Motif Politik dalam Kasus Najib

Kamis 05 Jul 2018 16:34 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Jaksa Agung baru Malaysia Tommy Thomas.

Jaksa Agung baru Malaysia Tommy Thomas.

Foto: The Star
Najib dibebaskan setelah kedua anaknya bayar uang jaminan 1 juta ringgit

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas membantah tuduhan adanya motif politik dalam pengajuan tuntutan kepada mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak saat persidangan perdananya pada Rabu (4/7). Menurutnya, tuntutan yang diajukan sesuai dengan bukti-bukti yang telah diperoleh.

"Kami telah mencapai kesimpulan bahwa ada kasus prima facie yang kuat, yang ingin kami buktikan di persidangan. Kami menerima bahwa dia (Najib) tidak bersalah sampai terbukti bersalah, kami tidak keberatan dengan jaminan," kata Tommy, dilaporkan laman The Straits Times, Kamis (5/7).

Saat persidanga kemarin, Tommy mengajukan empat tuntutan terhdap Najib. Tiga tuntutan pidana dan satu tuntutan penyalahgunaan wewenang. Semua tuntutan berkaitan dengan perannya dalam kasus skandal penyelewengan dana di 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Namun usai persidangan, Najib dibebaskan setelah kedua anaknya, Mohd Norashman Najib dan Nooryana Najwa Najib menyetorkan uang jaminan sebesar 1 juta ringgit. Najib akan kembali menjalani persidangan pada awal tahun depan.

Pekan lalu, Najib mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pemerintahan baru Malaysia yang dipimpin Mahathir Mohamad. Ia menuding pemerintahan saat ini memang secara sengaja mengincarnya dan hendak menjebloskannya ke penjara.

"Situasi ini dan apa yang mereka katakan sebelumnya berarti bahwa pemerintah baru tidak punya pilihan selain akhirnya menangkap atau menuduh saya, meskipun saya tidak mencuri. Saya mempertahankan saya tidak bersalah karena saya tidak mencuri," ujarnya.

Kepolisian Malaysia mengungkapkan semua barang mewah yang disita dari properti milik Najib bernilai sekitar 900 juta hingga 1,1 miliar ringgit. "Ini adalah penyitaan terbesar dalam sejarah Malaysia," ujar Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Malaysia Amar Singh pekan lalu.

Menurut Amar, dibutuhkan lebih dari 150 petugas dan ahli eksternal untuk menilai harga barang-barang sitaan milik Najib. Penilaian memakan waktu hampir satu bulan.

Amar mengatakan perhiasan merupakan barang yang paling banyak disita. Terdapat sekitar 12 ribu perhiasan dengan nilai antara 660 juta hingga 880 juta ringgit. Adapun perhiasan termahal adalah kalung berlian senilai setidaknya 6,4 juta ringgit.

Otoritas Malaysia juga menyita 567 tas mewah dari 37 merek yang berbeda. 272 tas di antaranya bermerek Hermes dengan nilai sekitar 13 juta dolar AS. Sementara tas lainnya masih belum dievaluasi.

Polisi juga menemukan 423 jam tangan senilai 73 juta ringgit. Jam termahal adalah Rolex Paul Newman Daytona seharga 869 ribu dolar AS. Selain perhiasan, tas, dan jam tangan mewah, otoritas Malaysia juga menyita 116,7 juta ringgit dalam bentuk tunai. Penghitungan uang sitaan tersebut dilakukan oleh pejabat Bank Sentral Malaysia.

Saat diwawancara Reuters, Najib mengklaim bahwa sebagian besar barang yang disita di rumahnya merupakan hadiah untuk anak dan istrinya. Barang-barang tersebut tak ada kaitannya dengan kasus skandal penyelewengan dana di 1MDB yang tengah diselidiki otoritas Malaysia.

Ia pun mengklaim bahwa uang tunai yang ditemukan di kediamannya merupakan hasil sumbangan. Uang tersebut digunakan untuk keperluan politik ketika pemilu Malaysia digelar beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA