Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Ini Lima Wilayah dengan Catatan Cuaca Terpanas di Dunia

Ahad 15 Jul 2018 03:44 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah / Red: Israr Itah

Cuaca panas diperkirakan akan terjadi hingga awal pekan depan.

Cuaca panas diperkirakan akan terjadi hingga awal pekan depan.

Foto: ABC
suhu panas yang terjadi bukan disebabkan oleh musim panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa wilayah di berbagai belahan bumi sedang mengalami suhu panas yang tak biasa. Namun demikian, suhu panas yang terjadi bukan disebabkan oleh musim panas yang saat ini sedang berlangsung di belahan utara bumi. 

Berikut, beberapa wilayah yang mengalami rekor suhu terpanas seperti dilansir BBC, Ahad (15/7).

1. Kanada Timur

Beberapa kota di wilayah tersebut sedang mengalami rekor suhu panas dalam beberapa pekan belakangan ini. Di Provinsi Quebec, sedikitnya 70 orang dilaporkan meninggal dunia karena suhu panas. Di wilayah Ontario, indeks cuaca mencatatkan rekor pada angka 47 derajat celcius pada 2 Juli lalu. 

Menurut laporan setempat, sebagian besar dari 70 orang yang tewas di wilayah Quebec berusia 65 tahun ke atas dan sudah memiliki riwayat kesehatan yang buruk sebelumnya. Seorang dokter yang ditugaskan dalam peristiwa tersebut mengatakan bahwa salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kematian adalah kurangnya pendingin udara di rumah warga mereka.

Melihat fenomena tersebut, seorang prakirawan cuaca BBC, Ben Rich, menjelaskan bahwa aliran udara telah bergerak jauh ke arah utara lebih dari biasanya. Sehingga sekumpulan udara panas menyisir wilayah benua Amerika bagian utara. 

"Selain itu, curah hujan juga terjadi lebih sedikit selama bulan Mei hingga Juni dan tanah kering memanas lebih cepat, sehingga suhu bisa naik jauh di atas rata-rata," jelas dia.

2. Wilayah Kaukasus

Kaukasus yang merupakan wilayah pegunungan di perbatasan Eropa dan Asia telah mengalami cuaca panas yang berlebihan satu bulan belakangan ini.

Ibu kota Georgia, Tbilisi bahkan mencapai rekor 40,5 derajat celcius pada 4 Juli lalu. Di sisi lain, hal positif yang didapatkan adalah aliran panas udara telah memberikan sumbangsih bagi pembangkit listrik di beberapa negara tetangga Georgia.

"Selama beberapa bulan terakhir, tekanan rendah sering terjadi di bagian tenggara Eropa. Di belahan bumi utara, angin bergerak berlawanan arah jarum jam di sekitar area tekanan rendah, dan angin ini telah menarik udara yang sangat hangat dari Afrika dan Timur Tengah ke utara ke Armenia.Maka suhu telah jauh lebih tinggi dari biasanya," tutur Ben Rich.

3. Kalifornia Selatan

Beberapa kali rekor suhu panas terpecahkan di bagian selatan Negara Bagian Kalifornia, Amerika Serikat. Kota Los Angeles mengalami rekor suhu terpanas di malam hari pada bulan Juli dengan catatan suhu terendah 26,1 derajat celcius pada 7 Juli.

Chino, sebuah wilayah di luar Los Angeles mencatatkan suhu 48,9 derajat celcius. Tak ketinggalan, Universitas California Los Angeles (UCLA) memecahkan rekor selama 79 tahun terakhir, dengan suhu 43,9 derajat celcius.

Dilaporkan bahwa hal tersebut merupakan masalah yang sama seperti yang terjadi di wilayah timur Kanada. Namun tidak dapat dipastikan bahwa ini merupakan fenomena perubahan iklim.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menjelaskan bahwa episode panas dan curah hujan yang ekstrim meningkat sebagai akibat dari perubahan iklim. "Meskipun tidak mungkin untuk mengaitkan peristiwa ekstrim di beberapa wilayah pada Juni hingga Juli karena perubahan iklim, namun hal tersebut kompatibel dengan tren jangka panjang umum karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca," jelas organisasi di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa tersebut.

4. Sydney

Wilayah bumi bagian selatan saat ini sedang mengalami pertengahan musim dingin. Demikian juga dengan Australia. Namun, secara mengejutkan, beberapa wilayah di Australia justru mengalami cuaca yang terik. 

Pada pekan lalu, temperatur di Sidney menyentuh angka 24,7 derajat celcius. Hal tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Angka tersebut 8 derajat celcius lebih tinggi dari suhu rata-rata selama satu tahun belakangan. 

"Temperatur naik selama awal Juli sementara  wilayah yang mengalami tekanan tinggi membawa suhu panas ke bagian timur Australia , angin barat laut yang hangat dari khatulistiwa turun di seluruh sisi timur Australia. La Nina baru-baru ini mungkin merupakan faktor lain - suhu laut di Pasifik barat sedikit di atas rata-rata, membantu mengangkat suhu di atas tanah juga," kata Ben Rich.

5. Aljazair

Wilayah yang berada di utara benua Afrika ini juga mengalami beberapa peringatan suhu panas. Namun rekor suhu terpanas Afrika tercatat pada pekan lalu.

Pada 5 Juli lalu, di Ouargla yang berada di utara Aljazair, tercatat suhu pada angka 51,3 derajat celcius. Sejauh ini, suhu terpanas di Afrika pernah tercatat pada tahun 1931 di Tunisia pada angka 55 derajat celcius. Meskipun beberapa ahli meragukan metode pencatatan tersebut. WMO meragukan pencatatan suhu tersebut dikarenakan masalah teknis pada stasiun cuaca.

Secara umum dengan banyak bagian dunia, Aljazair telah memecahkan rekor peningkatan yang signifikan dalam gelombang panas selama 30 tahun terakhir. Menurut sebuah penelitian, frekuensi gelombang panas yang berlangsung selama tiga hari atau lebih meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan suhu pada 1988 hingga 2015.

"Bahkan, para peneliti percaya Aljazair akan menjadi hotspot global untuk perubahan iklim. Sebuah studi 2014 dari Bank Dunia memperkirakan bahwa pemanasan terkuat di Afrika Utara akan terjadi di Aljazair. Jika dunia gagal untuk mengendalikan emisi karbon, dan planet memanas dengan rata-rata 4 derajat celcius, Aljazair bisa mencapai peningkatan 8 derajat celcius yang terik pada akhir abad ini," jelas ahli cuaca BBC, Matt McGrath.

Temperatur ekstrem beberapa pekan terakhir mungkin menjadi pendahuluan dari peningkatan suhu ekstrem yang akan berlangsung pada beberapa dekade mendatang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA