Senin 16 Jul 2018 08:20 WIB

PM May: Trump Sarankan Inggris Gugat UE Soal Brexit

Trump menyarankan Inggris tidak maju ke meja perundingan.

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Theresa May saat bertemu di Chequers, Buckinghamshire, Inggris, Jumat (13/7).
Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Theresa May saat bertemu di Chequers, Buckinghamshire, Inggris, Jumat (13/7).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankannya menggugat Uni Eropa sebagai bagian dari strategi keluar dari kelompok kawasan tersebut. "Dia menyarankan saya menggugat Uni Eropa," kata May kepada stasiun televisi BBC.

"Gugat Uni Eropa. Jangan mau maju ke meja perundingan. Gugat mereka," kata May menirukan ucapan Trump.

Meski demikian, May mengatakan Trump, yang mengunjungi Inggris pada pekan lalu, juga menyarankan tidak keluar dari perundingan mengingat London sudah terlanjur menjalankan proses tersebut. "Saya ingin agar kami bisa duduk bersama untuk menegosiasikan kesepakatan yang terbaik bagi Inggris," kata May.

Dalam wawancara disiarkan pada Jumat, Trump mengatakan May memutuskan tidak mengikuti sarannya terkait Brexit. Brexit menjadi salah satu kritik dan menambah perdebatan panas terkait rencana sang perdana menteri perempuan itu untuk keluar dari Uni Eropa.

Trump kemudian berupaya meredam kritiknya sendiri saat menggelar konferensi pers bersama May. Dia mengaku mengerti alasan May tidak mengikuti nasihatnya karena dinilai terlalu keras. Pada saat itu Trump mengatakan Amerika Serikat dan Inggris bisa menjalin kesepakatan dagang yang hebat saat Inggris sudah benar-benar keluar dari Uni Eropa.

Warga Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa dalam sebuah referendum pada Juni 2016 . Sejak saat itu mekanisme Brexit menjadi dominan dalam perdebatan politik di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Dengan tenggat berakhir kurang dari sembilan bulan sebelum Inggris harus keluar dari Uni Eropa pada Maret tahun depan, elite politik dan pemimpin dunia usaha masih berbeda sikap mengenai bagaimana merundingkan kerja sama baru London dengan Eropa.

Baca juga: Ribuan Orang Demo Trump di Skotlandia

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement