Selasa 07 Aug 2018 20:36 WIB

Milenial Australia Terancam Jatuh Miskin Saat Pensiun

Generasi milenial Australia semakin kecil kemungkinan untuk punya rumah.

Red: Nur Aini
Generasi milenial.
Foto: pexels
Generasi milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Generasi milenial di Australia terancam jatuh miskin di usia pensiun karena tidak memiliki kontribusi cukup untuk dana pensiun. Mereka juga semakin kecil kemungkinan punya rumah.

Hal itu memicu kekhawatiran peneliti kebijakan pada Centre for Independent Studies (CIS). Mereka mendorong perlunya reformasi sektor dana pensiun di negara ini.

Menurut data, hanya sepertiga pensiunan di Australia saat ini hidup dengan tingkat pendapatan yang layak. Sekitar setengah penduduk berusia di atas 65 tahun masih bergantung pada tunjangan pensiun.

Berbagai kebijakan seperti jaminan dana pensiun turut membantu generasi millennial menyiapkan pensiun mereka. Namun, dikhawatirkan banyak di antara mereka yang nantinya tergantung sepenuhnya pada tunjangan pensiun dan berisiko jatuh miskin.

CIS meneliti perbedaan antara kondisi kehidupan pensiunan saat ini dan kondisi pensiunan di masa mendatang. "Pada tahun 2012, sekitar dua dari lima orang tidak memiliki dana pensiun saat yang memasuki usia pensiun," kata Direktur Riset CIS Simon Cowan kepada ABC.

Dia menambahkan setengah penduduk Australia yang memasuki atau menjelang usia pensiun, ternyata sama sekali tidak memiliki dana pensiun. Perbedaan besar antara generasi millennial dan baby boomer, menurut Cowan, adalah mayoritas generasi baby boomer memiliki rumah sendiri.

"Mereka yang sudah pensiun mengalami peningkatan kekayaan 61 persen antara tahun 2002 dan 2014," ujarnya.

"Sedangkan mereka yang baru berumur 25 hingga 34, peningkatannya hanya 3 persen. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh harga rumah," kata Cowan.

Kesenjangan tersebut diperkirakan akan semakin memburuk. Penelitian Grattan Institute menunjukkan warga Australia berusia antara 25 dan 34 tahun yang berpenghasilan rendah, sangat kecil peluangnya memiliki rumah.

Cowan mendesak Pemerintah Australia melakukan perombakan terhadap sektor dana pensiun. "Sistem yang ada saat ini dibangun dengan situasi penduduk memiliki rumah sendiri, dan mereka memilikinya tanpa utang," katanya.

Jika situasinya tidak lagi demikian, katanya, maka sistem pensiun pun perlu disesuaikan. Menurut Cowan, generasi muda Australia yang hanya memiliki sedikit dana pensiun atau tidak sama sekali, akan memasuki masa pensiun yang suram.

"Satu hal yang pasti yaitu, orang yang punya rumah sendiri, standar hidupnya jauh lebih baik saat pensiun daripada mereka yang tidak punya rumah," katanya.

Banyak generasi milenial khawatir bagaimana mereka memenuhi kebutuhan pensiunnya kelak. Salah satunya Sonia Arakkal (26 tahun), pekerja di sektor keuangan.

Dia mengaku dana pensiunnya saat ini, yang memang wajib dialoksikan oleh tempat kerjanya, jumlahnya minim sekali sehingga dia malas mengeceknya. "Kami punya prioritas keuangan lain saat ini dan dana pensiun bukan salah satunya," katanya.

Arakkal mengaku khawatir dengan kondisi generasinya saat ini. Dia mengaku generasi saat ini sangat berempati dan berpendidikan sehingga dengan mudah mendukung isu-isu kesetaraan misalnya.

Namun, katanya, mereka tidak menyuarakan aspirasi mengenai keterjangkauan harga perumahan. "Kami tidak mengerti bagaimana sistem dana pensiun, perumahan, atau bahkan pajak yang kami bayarkan, dibandingkan dengan yang dialokasi untuk generasi muda," ujarnya.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-08-07/milenial-australia-terancam-jatuh-miskin-di-usia-pensiun/10082276
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement