REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Ledakan terjadi di sebuah bangunan tempat tinggal pada Ahad (12/8). Bangunan tersebut diperkirakan menjadi tempat penyimpanan senjata dan amunisi, di Idlib, Suriah.
Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 39 orang, termasuk 12 anak-anak. "Ledakan terjadi di kota Sarmada, yang terletak di dekat perbatasan Turki dan sebelah utara ibu kota provinsi Idlib," kata kelompok pemantau tersebut.
Syrian Observatory for Human Rights menambahkan sejumlah warga sipil Suriah, yang terpaksa mengungsi selama perang tujuh tahuh di negara tersebut, saat ini tinggal di gedung itu. "Gedung itu juga digunakan oleh kelompok penjual senjata," ujar kelompok tersebut.
Sementara itu, himpunan para petugas penyelamat Suriah, White Helmets, juga mengatakan di Twitter bahwa 36 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.
White Helmets, yang dibentuk di wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah, menambahkan bahwa sejauh ini 10 orang sudah dikeluarkan dalam keadaan selamat dari reruntuhan pascaledakan.
Kelompok-kelompok tersebut mengatakan penyebab ledakan belum diketahui. Ledakan menghancurkan seluruh kompleks gedung bertingkat tersebut.
Provinsi Idlib merupakan wilayah terakhir yang masih dikendalikan oleh para pemberontak penentang kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad.