Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Balas Trump, Jaksa AS: Kami tak Bisa Diintervensi Politik

Jumat 24 Agu 2018 08:44 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO
Trump menilai Session tak bisa menjalankan jabatannya di Departemen Kehakiman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Jeff Sessions membalas kritik Donald Trump. Trump pada  Kamis (23/8)  menyebut Sessions  tidak dapat menjalankan jabatannya  di  Departemen Kehakiman. Trump mengintensifkan kritiknya terhadap Departemen Kehakiman dalam wawancara dengan Fox News  pada Kamis (23/6).

Pernyataan Trump disampaikan saat Gedung Putih berupaya  menanggapi tuduhan  dari kasus hukum mantan ketua kampanye Trump Paul Manafort dan mantan pengacara pribadi presiden, Michael Cohen.  Mereka dituduh melakukan kejahatan keuangan. Cohen mengaku telah membayar dua perempuan yang memiliki hubungan seksual dengan Trump.

Presiden Republik ini menyampaikan keluhan tentang Departemen Kehakiman dan FBI. Ia menyerang kedua badan itu tanpa memberikan bukti bahwa mereka telah memperlakukan dia dan pendukungnya dengan tidak adil.

Baca juga, Donald Trump Buat Gaduh Dunia.

Trump juga menyalahkan Sessions atas korupsi di Departemen Kehakiman.
"Saya memasukkan seorang jaksa agung yang tidak pernah mengambil kendali Departemen Kehakiman," kata Trump.

Sessions mengeluarkan pernyataan yang membela integritas departemennya. "Saya mengambil alih Departemen Kehakiman pada hari saya dilantik. Sementara saya jaksa agung, tindakan Departemen Kehakiman tidak akan dipengaruhi secara tidak benar oleh pertimbangan politik," katanya.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan sedikit penurunan dukungan di antara Partai Republik untuk Trump setelah kasus Manafort dan Cohen. Jajak pendapat yang dilakukan dari Selasa malam hingga Kamis, memperlihatkan, 78 persen dari Partai Republik tetap mendukung Trump. Angka ini turun dari 81 persen dalam jajak pendapat tujuh hari yang berakhir pada  Senin.

Di kalangan Partai Demokrat, 11 persen mengatakan mereka menyetujui kinerja Trump. Angka ini turun dari 15 persen dalam jajak pendapat sebelumnya.

Secara keseluruhan, 37 persen orang dewasa mengakui kinerja Trump. Angka ini turun dari 43 persen dalam jajak pendapat sebelumnya. Jumlah pihak yang mendukung Trump relatif stabil  jika dibandingkan dengan para pendahulunya. Popularitasnya belum banyak berubah di kalangan Republik.

Jajak pendapat ini dilakukan online  di seluruh AS. Ini mengumpulkan tanggapan dari 1.688 orang dewasa , termasuk 704 pendukung Demokrat dan 587 pendukung Republik.

Sessions, seorang senator lama AS pertama kali menunjukkan kemarahan kepada Trump saat mengundurkan diri pada Maret 2017 dari masalah pemilihan presiden AS.

Di Gedung Capitol AS, Senator Republik Lindsey Graham, yang dekat dengan Trump dan pendukung Sessions mengaku yakin Trump akan menunjuk jaksa baru. Tetapi Trump harus menunggu  setelah pemilihan kongres  6 November.

Sebuah sumber yang dekat dengan Trump menyatakan keraguan bahwa Trump akan memecat Sessions sebelum pemilihan.

Trump mengatakan kepada Fox bahwa Sessions seharusnya tidak mengundurkan diri dari masalah yang terkait Rusia. "Dia mengambil pekerjaan itu dan kemudian dia berkata, 'Saya akan mengundurkan diri. Saya berkata, 'Pria macam apa ini?'" kata Trump.

Namun, Trump mengatakan dia  tetap tidak terlibat dalam masalah departemen. Sessions berada di Gedung Putih secara singkat pada  Kamis untuk diskusi tentang reformasi penjara.

Senator John Cornyn, tokoh Republik membela Sessions. Ia mengatakan Sessions sebagai orang terhormat yang didedikasikan untuk supremasi hukum.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA