Selasa 28 Aug 2018 15:35 WIB

Tak Hanya Membunuh, Israel Hancurkan Rumah Remaja Palestina

Ketegangan terus terjadi di Tepi Barat setelah pengakuan Yerusalem.

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini
Buldoser Israel menghancurkan rumah dan kebun warga Palestina (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Buldoser Israel menghancurkan rumah dan kebun warga Palestina (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Militer Israel pada Selasa (28/8) menghancurkan rumah keluarga seorang remaja Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Remaja itu diduga membunuh seorang warga Israel di permukiman Yahudi sebulan lalu dan ditembak mati dalam serangan itu.

Dalam rekaman yang disebarkan oleh militer menunjukkan buldoser lapis baja menghancurkan bangunan satu lantai di desa Kaubar, sebelah utara kota Palestina Ramallah. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyebut penghancuran tersebut sebagai hukuman kolektif. Mereka mengatakan Mahkamah Agung Israel mendukung praktik itu. Para pejabat Israel menyebut penghancuran sebagai penghukuman dan penghalangan terhadap para penyerang dari Palestina.

Militer Israel mengatakan Mohammed Tareq Ibraham Dar Youssef (17 tahun) masuk ke permukiman Adam pada 26 Juli lalu. Ia menikam tiga orang, membunuh Yotam Ovadia (31 tahun). Salah satu dari mereka terluka dalam serangan itu.

"Kami memasuki (desa) malam ini untuk menutup lingkaran dan kami menghancurkan rumah teroris," ujar Letnan Kolonel Liron Appleman, seorang komandan batalion,  pada video yang disediakan oleh militer.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan belasan orang Palestina melemparkan batu-batu, bom, dan pipa ke arah pasukan. Militer menanggapi dengan cara-cara penyebaran kerusuhan. Tidak ada prajurit yang terluka dalam kerusuhan tersebut. Selain itu, tidak ada laporan langsung tentang korban dari Palestina.

Serangan yang dilakukan oleh warga Palestina telah berkurang di Tepi Barat. Namun ketegangan tetap terasa setelah pengakuan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.

Palestina berusaha mendirikan negara di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Namun, perundingan perdamaian Israel-Palestina terhenti pada 2014.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement