Kamis 06 Sep 2018 17:29 WIB

Kongo Bidik Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

Kongo akan meningkatkan kerja sama bidang infrastruktur hingga pertambangan RI.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri)
Foto: INASGOC/Rakhmawaty La'lang
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kongo berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia di sejumlah bidang. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Kongo Leonard She Okitundu usai melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.

Okitundu mengatakan, kerja sama ekonomi antara Kongo dan Indonesia agak terlambat untuk diimplementasikan. Oleh karena itu, Kongo ingin mengejar ketinggalan tersebut dengan melakukan peningkatan kerja sama antara kedua negara.

"Sebagai salah satu bukti kami telah menandatangani perjanjian komisi bersama antarkedua negara, dengan harapan dapat saling menguatkan kerja sama juga menjajaki peluang kerja sama lainnya," ujar Okitundu di Kantor Wakil Presiden, Kamis (6/9).

Kerja sama ekonomi yang dijajaki antara lain di bidang infrastruktur, aquakultur, industri tekstil, dan pengolahan minyak sawit. Selain itu, Kongo juga menjajaki kerja sama di bidang penerbangan.

Sementara itu, di bidang lingkup organisasi internasional, Kongo mengharapkan konsultasi reguler untuk mengharmonisasikan posisi bersama. Selain itu, terkait lingkungan hidup, Kongo sepakat untuk melakukan pertemuan di Kinzasa. Pertemuan ini menyangkut tiga negara pemilik hutan hujan tropis yakni di Amazon, Borneo, dan Kongo.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan, Kongo tertarik untuk bekerja sama di sektor pertambangan. Oleh karena itu, Pemerintah Kongo diagendakan akan bertemu dengan PT Timah dan Inalum.

Tak hanya itu, Pemerintah Kongo juga akan bertemu dengan Wika dan Exim Bank. Hal ini terkait dengan penjajakan kerja sama di bidang infrastruktur.

"Jadi ini adalah tahapan membuka jalan, besok mulai bicara dengan BUMN Indonesia dan setelah itu kita kirim tim ke Kinzasa untuk lebih mendetailkan lagi," ujar Retno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement