Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Benarkah Menhan AS Mattis 'Berkhianat' ke Trump?

Senin 17 Sep 2018 10:31 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Mattis membantah tulisan Bob Woordward.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berencana untuk memberhentikan Menteri Pertahanan James Mattis  setelah pemilu paruh waktu AS pada November nanti. Demikian dilansir news.com.au, Senin (17/9),  mengutip laporan New York Times.

Times menyebut Trump khawatir Mattis sebenarnya adalah seorang Demokrat. Presiden bahkan dilaporkan mulai memanggil Mattis dengan julukan  "Moderate Dog" dan bukan "Mad Dog".

Staf Gedung Putih dan pejabat lainnya mengatakan kepada Times bahwa Trump merasa frustrasi karena Mattis digambarkan sebagai sosok dewasa di kementerian itu.

Trump justru menginginkan sosok menteri seperti Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Buku baru Bob Woodward yang berjudul Fear, mengutip pernyataan Mattis. Dalam buku itu, Mattis membandingkan  Trump dengan seorang siswa sekolah dasar.

Lihat juga,  Pemerintahan Trump Diguncang Perlawanan Orang Dalam.

Saat AS bersitegang  dengan Korea Utara (Korut) karena nuklir Januari lalu, Mattis mengatakan kepada jajarannya bahwa presiden bertindak seperti anak kelas lima atau enam sekolah dasar. 

Namun Mattis membantah laporan Woodward. Ia juga mengaku tidak terlibat terhadap tulisan pejabat senior pemerintahan yang mengkritik presiden baru-baru ini di New York Times.

Tapi saat ini Trump dan Mattis  berselisih tentang kebijakan. Mereka dilaporkan berselisih terkait strategi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), latihan militer di Korea Selatan, pelarangan  transgender di militer, dan  tindakan Trump yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. 

Mattis juga dilaporkan mengkritik rencana yang melarang pasukan AS di Korsel membawa keluarga mereka dan upaya Gedung Putih untuk lebih mengawasi operasi militer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA