Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Rouhani Puji Eropa yang Tetap Berdagang dengan Iran

Rabu 03 Oct 2018 19:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Eropa membentuk Special Purpose Vehicle.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani mengapresiasi Eropa karena telah mengambil langkah besar untuk mempertahankan bisnis dengan Iran. Langkah tersebut dilakukan Eropa dengan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV).

“Untuk mempertahankan hubungan keuangan dan moneter dengan Iran, Eropa telah membentuk badan khusus (SPV). Eropa telah mengambil langkah besar,” kata Rouhani pada Rabu (3/10).

Pembentukan SPV diumumkan Uni Eropa pekan lalu. SPV dipertimbangkan sebagai badan yang memfasilitasi perdagangan antara negara-negara Eropa dan Iran. SPV diperkirakan mulai beroperasi sebelum November.

Pengadilan Internasional juga telah memerintahkan Amerika Serikat (AS) agar memastikan sanksi yang diterapkannya terhadap Iran tidak berdampak pada bantuan kemanusiaan atau keselamatan penerbangan sipil. Pemerintah Iran menyambut keputusan tersebut. Teheran berpendapat, keputusan itu membuktikan sanksi yang diberlakukan AS ilegal.

Baca juga, Trump: Jika Terus Mengancam Iran akan Menderita.

Pada 7 Agustus lalu, AS memutuskan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran. Sanksi itu menargetkan perdagangan logam mulia, industri otomotif, serta sektor keuangan Iran. Sanksi diterapkan setelah Iran menolak keinginan AS untuk merevisi kesepakatan nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang tercapai pada Oktober 2015.

Presiden AS Donald Trump menilai JCPOA cacat karena tak mengatur  tentang program balistik Iran, kegiatan nuklirnya selepas 2025, dan perannya dalam konflik Yaman serta Suriah. Trump menginginkan JCPOA dinegosiasi ulang, tapi Teheran dengan tegas menolak. Iran pun enggan berunding bila AS belum menarik sanksi ekonominya.

Uni Eropa sendiri membela dan berpihak pada Iran dalam masalah ini. Uni Eropa berpandangan kesepakatan nuklir dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Kendati demikian, Iran mendesak Eropa melakukan upaya-upaya guna melindungi perekonomiannya dari sanksi AS. Sebab AS telah sesumbar bahwa pihak-pihak yang masih menjalin bisnis dengan Iran, tidak akan berbisnis dengannya.Bila Eropa tak mampu memenuhi tuntutan tersebut, Iran mengancam akan hengkang dari kesepakatan nuklir yang tercapai pada 2015.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA