Kamis 04 Oct 2018 17:15 WIB

Australia Tambah Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Selandia Baru juga menyiapkan dana lebih dari Rp 16 miliar untuk membantu Indonesia

Bangunan rusak akibat diterjang tsunami di Palu.
Foto: ABC News
Bangunan rusak akibat diterjang tsunami di Palu.

REPUBLIKA.CO.ID, Australia berkomitmen untuk memberikan tambahan bantuan senilai lebih dari Rp 54 miliar bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Hal itu dinyatakan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, beserta Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dalam sebuah pernyataan.

Disebutkan dana bantuan tambahan akan diberikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi penyalur bantuan kemanusiaan, untuk membangun tempat penampungan sementara, akses air minum, dan bantuan kesehatan bagi korban yang terluka.

"Australia berencana untuk menurunkan tim medis dan saat ini sedang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menentukan dimana sebaiknya mereka dikirim untuk mendukung upaya pemulihan," tulis pernyataan tersebut.

Sebelumnya Perdana Menteri Australia mengumumkan pemberian dana bantuan senilai lebih dari Rp 5 miliar kepada Palang Merah Indonesia untuk keperluan makanan dan terpal.

Sementara itu Selandia Baru telah menyiapkan dana lebih dari Rp 16 miliar untuk membantu pemerintah Indonesia menangani gempa dan tsunami dengan korban lebih dari 840 orang.

Kantor Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengatakan Menteri Luar Negeri Winston Peters sedang berada di Thailand dan berencana datang ke Jakarta pada hari Kamis (4/10) untuk menyampaikan bela sungkawa secara langsung atas nama pemerintah Selandia Baru.

Mengutip laporan media di Selandia Baru, pemerintah Selandia Baru akan memberikan lebih dari Rp 15 miliar kepada Palang Merah untuk keperluan sanitasi, kebutuhan mendasar, dan perlengkapan mandi serta kebersihan. Lebih dari Rp 1 miliar lainnya akan diberikan kepada kantor kedutaan Selandia Baru di Jakarta untuk keperluan mendesak lainnya.

Menurut peraturan pemerintah Indonesia soal penanggulangan bencana, bantuan internasional baru bisa masuk setelah menerima izin dari Presiden RI dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Ahad malam (30/09), Presiden Joko Widodo telah memberikan izin kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) dibawah pimpinan Thomas Lembong untuk mengkoordinasikan masuknya bantuan internasional untuk korban gempa di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya dilaporkan Palang Merah China telah memberikan bantuan lebih dari Rp 3 miliar dan pemerintah Korea Selatan menyatakan siap memberikan dana lebih dari Rp 10 miliar.

Berita ini bisa juga dibawa di sini.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-10-03/australia-tambah-bantuan-untuk-sulteng/10332992
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement