Sabtu 06 Oct 2018 02:24 WIB

Maskapai Penerbangan Turunkan Penumpang yang Berkata Rasis

Sang penumpang menolak mematuhi instruksi dari pramugari untuk menutup nampan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Andi Nur Aminah
Southwest Airlines
Foto: Foxnews
Southwest Airlines

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Jangan sembarangan bicara kasar jika tidak ingin diturunkan dari pesawat terbang. Kejadian itu terjadi pada seorang perempuan yang akan terbang dari Chicago ke Houston menggunakan pesawat Southwest Airlines.

Sang penumpang menolak mematuhi instruksi dari pramugari untuk menutup nampan sebelum pesawat melaju. Alih-alih menurut, dia malah memaki awak kabin dengan kata rasis berawalan "N" yang dianggap amat kasar di Amerika Serikat.

Maskapai penerbangan pun terpaksa menurunkan penumpang tersebut, membuat penerbangan tertunda hingga satu jam. Southwest Airlines juga memiliki cukup bukti karena keributan itu sempat direkam oleh penumpang lain menggunakan ponsel pintar.

"Awak kabin kami berusaha menangani situasi secara profesional, tetapi kami tidak menolerir perilaku tak pantas atau tak senonoh di atas pesawat kami," ungkap Southwest Airlines pada pernyataan resminya, dikutip dari laman Traveller.

Pesawat yang akan lepas landas itu pun diputuskan kembali ke gerbang untuk menurunkan si penumpang dan mengalihkannya ke penegak hukum setempat. Rekaman video menampilkan penumpang lain bersorak saat wanita itu berjalan keluar pesawat.

Kasus lain yang bisa membuat penumpang diturunkan dari pesawat adalah mabuk dan mengacau. Situasi itu terjadi pada maskapai American Airlines dengan rute dari Phoenix ke Boston dan terpaksa berhenti di Kansas akibat ulah seorang penumpang.

Pria yang diduga mabuk itu tiba-tiba melakukan olahraga pull-up di pesawat. Pramugari telah memintanya duduk hingga empat kali, tetapi diabaikan. Pria itu lantas menjadi marah dan melakukan kekerasan verbal kepada awak kabin yang mengingatkan.

Penerbangan pun segera dialihkan untuk berhenti sejenak di Kansas. Sudah bisa ditebak, sang penumpang segera diturunkan dan harus berhadapan dengan pihak berwenang. FBI bahkan mengambil alih kasus tersebut, meskipun pihak maskapai belum mengajukan tuntutan apapun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement