Jumat 12 Oct 2018 20:47 WIB

Investigator Turki: Rekaman Buktikan Khashoggi Dibunuh

Saudi membantah klaim pejabat keamanan Turki soal pembunuhan Khashoggi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Jamal Khashoggi
Foto: EPA-EFE/Ali Haider
Jamal Khashoggi

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Penyidik Turki mengklaim memiliki bukti video dan rekaman percakapan yang membuktikan jurnalis Jamal Khashoggi telah dibunuh. Hal ini menandakan Pemerintah Turki akan terus menekan Kerajaan Arab Saudi yang membantah terlibat atas hilangnya penulis kolom the Washington Post tersebut.

Salah seorang pejabat Amerika Serikat memberitahu media massa The Washington Post pemerintah Turki memiliki rekaman suara pada 2 Oktober saat Khashoggi dinyatakan mulai hilang. Rekaman tersebut membuktikan Khashoggi telah dibunuh dan jenazahnya dihilangkan.

Menurut sumber pejabat Turki yang dikonfirmasi the Guardian, bukti audio itu cukup kuat."Anda bisa mendengar suaranya dan suara seorang laki-laki berbicara dengan bahasa Arab, Anda bisa mendengar dia sedang di interogasi, di siksa, di bunuh," kata sumber tersebut, seperti dilansir dari the Guardian, Jumat (12/10).

Otoritas Turki belum menjelaskan, dari mana mereka mendapatkan rekaman tersebut. Namun sepertinya mereka tak akan mau menyebut ada aksi penyadapan. Karena jika, rekaman ini dari hasil sadap, maka akan membuat negara asing lain khawatir. Penyadapan itu juga akan memperburuk hubungan Turki-Saudi.

Baca juga,  Asosiasi Media Turki-Arab Yakin Khashoggi Dibunuh.

Sementara Turki berencana untuk mempertahankan hubungan dan perdagangan yang baik dengan Arab Saudi. Sejak Khashoggi dinyatakan hilang Arab Saudi sudah membantah semua tuduhan keterlibatan mereka terhadap kasus ini.

photo
Khashoggi

Kerajaan Arab Saudi bersikeras Khashoggi sudah keluar dari kantor konsulat mereka di Istanbul setelah mendapatkan dokumen yang ia butuhkan untuk pernikahannya. Pada hari Selasa (9/10) penyidik AS akan ikut dalam investigasi gabungan Turki-Arab Saudi untuk memecahkan kasus ini.

Sebelumnya Arab Saudi mengatakan penyidik Turki diperbolehkan untuk mencari Khashoggi di dalam kantor konsulat mereka. Padahal dalam hukum internasional kantor konsulat masuk bagian teritori Arab Saudi.

Namun izin tersebut dikabarkan ditarik kembali ketika media Turki mempublikasikan nama dan foto 15 agen Arab Saudi yang diduga mengincar Khashoggi. Mereka mengambil gambar CCTV Bandara Ataturk di Istanbul. Di antara 15 orang itu ada ahli forensik, beberapa agen intelijen dan perwira militer Arab Saudi.

Selain menyelidiki kantor konsulat Arab Saudi yang memiliki enam lantai, para penyidik juga akan mencari Khashoggi di rumah Konsulat Jendral Arab Saudi di Istanbul. Rumah Konsulat Jenderal tersebut 200 meter dari kantor konsulat. Rumah tersebut diduga tempat dimana jenazah Khashoggi dibuang.

Khashoggi dikenal sebagai salah satu orang terpandang baik di Arab Saudi maupun di Washington DC, di mana selama ia tinggal selama satu tahun terakhir ini. Ia meninggalkan Arab Saudi karena takut keamanannya terancam semenjak menjadi penulis kolom the Washington Post.

Ia banyak mengkritik kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Di Washington Post membuat laporan pejabat-pejabat intelijen AS sudah mengetahui rencana Arab Saudi untuk memancing Khashoggi pulang dan menahannya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement